Reses yang Berbuah Jembatan, Budi Azhar Mutawali: Aspirasi Rakyat Harus Sampai Jadi Nyata

Di masa Reses ke-1, politisi Partai Golkar Budi Azhar Mutawali, kembali turun ke tengah masyarakat, menyapa, mendengar, sekaligus memastikan bahwa aspirasi warga tidak berhenti di catatan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan nyata. |Foto: Dok BA

SUKABUMI — Reses bukan sekadar agenda seremonial bagi Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali. Di masa Reses ke-1, politisi Partai Golkar ini kembali turun ke tengah masyarakat, menyapa, mendengar, sekaligus memastikan bahwa aspirasi warga tidak berhenti di catatan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan nyata.

Dengan suasana yang hangat dan penuh dialog, Budi Azhar Mutawali menyampaikan kabar baik yang menjadi bukti bahwa suara rakyat memiliki daya dorong kuat. Aspirasi yang dihimpun pada reses tahun lalu kini resmi direalisasikan melalui APBD Tahun 2026, salah satunya pembangunan Jembatan Cibodas.

Jembatan tersebut menjadi penghubung vital antara Desa Curugkembar, Kecamatan Curugkembar dan Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap. Selama ini, akses penghubung antarwilayah tersebut menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan sosial.

“Alhamdulillah, hasil reses tahun lalu bisa direalisasikan melalui APBD 2026, salah satunya pembangunan Jembatan Cibodas. Ini adalah bukti bahwa aspirasi masyarakat benar-benar kami perjuangkan,” ujar Budi Azhar Mutawali.

Lebih dari sekadar infrastruktur, jembatan ini diharapkan menjadi simbol penghubung harapan, memperlancar roda ekonomi desa, dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sukabumi.

Di hadapan warga, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi itu juga memohon dukungan doa agar seluruh proses pembangunan berjalan tanpa hambatan.

“Mohon doanya semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam prosesnya,” ucapnya dengan nada tulus.

Reses ke-1 ini kembali menegaskan komitmen Budi Azhar Mutawali bahwa politik sejatinya adalah kerja pelayanan. Hadir, mendengar, lalu bekerja hingga hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Dari ruang reses hingga berdirinya jembatan, aspirasi rakyat menemukan jalannya untuk menjadi kenyataan.

Ade

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *