Bupati Cup 2026: 500 Atlet Tenis Meja Gegerkan Cibatu, Pukulan Kencang Tapi Silaturahmi Tetap Lembut

Atlet tenis meja dari Kabupaten dan Kota Sukabumi mengikuti turnamen tenis meja Bupati Cup 2026. |Foto: istimewa

SUKABUMI – Suara bola kecil yang memantul di atas meja terdengar nyaring, ritmis, kadang bikin deg-degan. Tapi Sabtu (7/2/2026) di Kampung Cibolang Kidul RT 33 RW 08, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, dentingan itu bukan sekadar soal menang atau kalah. Ratusan atlet tenis meja dari Kabupaten dan Kota Sukabumi berkumpul, menyatukan keringat, tawa, dan semangat dalam Turnamen Tenis Meja Bupati Cup 2026.

Sekitar 500 atlet dari 34 persatuan tenis meja turun gelanggang. Meja-meja pertandingan berubah jadi ruang silaturahmi raksasa. Ada yang serius dengan tatapan tajam, ada pula yang santai sambil bercanda semuanya larut dalam atmosfer kompetisi yang hangat dan manusiawi.

Ketua Panitia Penyelenggara, Mahdi Abdul Hadi, menegaskan sejak awal bahwa turnamen ini tak melulu soal piala. Lebih dari itu, Bupati Cup adalah ruang tumbuh bersama.

“Turnamen ini bukan hanya mencari juara, tapi panggung kebersamaan, sportivitas, dan motivasi agar para atlet terus maju,” ujarnya.

Turnamen dibagi dalam tiga divisi: Divisi D dengan 350 atlet, Divisi C sebanyak 150 atlet, dan Divisi A sekitar 20 atlet komposisi yang menunjukkan tenis meja Sukabumi hidup dari akar rumput hingga level elite. Digelar selama tiga hari, 6–8 Februari 2026, setiap pertandingan menyimpan cerita: tentang latihan panjang, rivalitas sehat, dan mimpi yang terus dipantulkan.

Mahdi pun mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga.
“Setiap pukulan adalah simbol kerja keras. Kemenangan sejati bukan hanya soal piala, tapi karakter, disiplin, dan kebanggaan. Mari jadikan turnamen ini meriah, suportif, dan penuh energi positif,” tegasnya.

Dukungan datang dari Bupati Sukabumi H. Asep Japar yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan olahraga, termasuk tenis meja. Ia berharap, dari meja-meja sederhana di Cibatu ini akan lahir atlet-atlet muda yang kelak mengharumkan nama Sukabumi di level nasional bahkan internasional.

Bupati Cup 2026 pun membuktikan satu hal: di Sukabumi, olahraga bukan sekadar kompetisi. Ia adalah bahasa persaudaraan dipukul pelan, cepat, kadang keras namun selalu kembali ke meja dengan semangat yang sama.

Ade

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *