MillionBrainHub.com – Jika riset dan inovasi sering dianggap abstrak, penuh grafik dan tabel yang bikin dahi berkerut, maka Forum Jemari 2025 (Jejaring Kerjasama Riset dan Inovasi Sukabumi) mencoba membuktikan sebaliknya. Bertempat di Laska Hotel Sukabumi, forum ini digelar oleh Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi dan sukses menghadirkan para pemangku kepentingan lintas sektor.
Baca juga : Wakaf Uang & Dominasi Pengelola, Sorotan PMII Kota Sukabumi
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi, Ir. Toha, Inge Wahyuni selaku Kabid Sosial dan Kependudukan BP2D Provinsi Jawa Barat, Muhamad Amin sebagai Plt Direktur Riset dan Inovasi Daerah BRIN, serta Wakil Bupati Sukabumi yang mewakili Bupati, Andreas. Tak ketinggalan, sejumlah kepala dinas Kabupaten Sukabumi dan perwakilan universitas ternama turut meramaikan forum yang sarat gagasan ini.
Riset Itu Sulit Diukur, Tapi Bukan Alasan untuk Diam
Dalam forum tersebut, satu hal yang disepakati bersama: riset dan inovasi memang tidak selalu bisa diukur dampaknya secara instan. Ia bukan mie instan, apalagi kopi sachet. Namun justru di situlah tantangannya.
Riset membutuhkan data yang valid, terbuka, dan berkelanjutan, agar inovasi yang lahir bukan sekadar ide di atas kertas, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan daerah. Pemerintah daerah pun menyadari keterbatasannya.
“Kami di pemerintahan mungkin kekurangan sumber daya untuk riset. Karena itu kami sangat membutuhkan kontribusi riset dari universitas,” kurang lebih pesan yang mengemuka dalam forum tersebut.
Pintu Lebar untuk Universitas, Jangan Sungkan Riset di Sukabumi
Kabupaten Sukabumi secara terbuka mengundang universitas dan lembaga riset untuk berkolaborasi. Tak perlu sungkan, tak perlu ragu, apalagi takut data tidak dipakai.
Justru sebaliknya, pemerintah daerah berharap kampus hadir sebagai mitra strategis, bukan hanya penonton pembangunan. Kolaborasi riset diyakini menjadi fondasi penting agar kebijakan tidak hanya “terlihat cerdas”, tetapi juga relevan dan adaptif.
Pemerintahan yang Baik Bukan yang Sok Pintar
Salah satu pesan reflektif yang cukup menyentil adalah soal makna pemerintahan yang baik.
Pemerintahan yang baik bukanlah yang merasa paling cerdas, tetapi yang mampu berubah dan beradaptasi dengan zaman.
Di era perubahan cepat, riset dan inovasi bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan. Bahkan, bisa dibilang akan terus dibutuhkan hingga akhir zaman—selama manusia masih mencari solusi.
Laska Hotel, Jemari, dan Masa Depan Inovasi Sukabumi
Dipilihnya Laska Hotel Sukabumi sebagai lokasi forum juga menjadi simbol bahwa diskusi serius soal riset tak harus kaku. Nyaman, terbuka, dan kolaboratif—itulah semangat Jemari 2025.
Forum ini menjadi langkah awal yang penting untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah, sekaligus menegaskan bahwa Sukabumi siap menjadi laboratorium ide bagi universitas dan peneliti.
Tonton videonya di sini: (Banyak Harta Harun Disni)












