SUKABUMI — Pembangunan di Kecamatan Warungkiara kini tak lagi sekadar rencana di atas kertas. Ia hadir nyata, berdiri kokoh, dan dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke pelosok.
Dalam nada penuh syukur, Camat Warungkiara H. Toni Sugiarto menyampaikan bahwa denyut pembangunan kini benar-benar hidup di tengah warga.
Bukan hanya megahnya Kantor Kecamatan yang menjadi simbol peningkatan layanan publik, tetapi juga hadirnya Jembatan Tarisi yang menjelma sebagai penghubung harapan. Ditambah lagi dengan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang perlahan mengubah wajah kehidupan masyarakat menjadi lebih layak dan bermartabat.
“Pembangunan ini bukan hanya tentang beton dan semen. Ini tentang kemudahan akses, rasa aman, dan senyum masyarakat yang kini bisa menikmati fasilitas yang lebih baik,” ujar H. Toni Sugiarto.
Kantor Kecamatan yang representatif kini menjadi pusat pelayanan yang lebih cepat, nyaman, dan efisien. Warga tak lagi merasa jauh dari pemerintahannya sendiri.
Sementara Jembatan Tarisi bukan sekadar infrastruktur penghubung dua wilayah, melainkan nadi yang memperlancar aktivitas ekonomi dan sosial warga setiap harinya.
Hasil bumi lebih mudah dibawa ke pasar, anak-anak lebih aman menuju sekolah, dan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar.
Di sisi lain, program Rutilahu menjadi sentuhan paling humanis dari pembangunan itu sendiri. Rumah-rumah yang sebelumnya tak layak huni kini berdiri lebih kokoh, memberikan rasa aman dan martabat bagi penghuninya.
Bagi sebagian warga, perubahan itu bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak. Semuanya terlaksana dengan baik,” pungkasnya penuh apresiasi.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama. Di Warungkiara, pembangunan bukan sekadar proyek fisik, melainkan gerakan bersama membangun masa depan.
Karena sejatinya, kemajuan daerah diukur bukan hanya dari berdirinya gedung dan jembatan, tetapi dari senyum warga yang kini merasa lebih diperhatikan dan diberdayakan.
Ade












