SUKABUMI,MILLIONBRAINHUB.COM – Persaingan bisnis digital saat ini berjalan sangat ketat dan kompetitif. Oleh karena itu, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi mengambil langkah yang berbeda. Mereka tidak hanya melatih pelaku usaha dengan strategi perang harga atau algoritma media sosial. Sebaliknya, nilai-nilai Pancasila justru disuntikkan sebagai modal utama untuk membangun ekonomi kerakyatan.
Terkait hal tersebut, program ini dirancang untuk mengubah pola pikir para pelaku usaha lokal. DKUKM ingin mereka tidak saling menjatuhkan di pasar yang sama. Melainkan, para pengusaha diarahkan untuk saling berkolaborasi dalam membangun ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Selanjutnya, Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menjelaskan bahwa implementasi Pancasila saat ini termanifestasi dalam bentuk gotong royong modern. Menurut beliau, bisnis yang berumur panjang harus membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Baca juga : Hindari Rentenir, DKUKM Sukabumi Sediakan Modal Bunga Nol Persen bagi UMKM
“Pancasila jangan hanya dihafal saat upacara saja. Dalam dunia usaha, sila kelima adalah kompas utamanya. Kita ingin pelaku UMKM Sukabumi sukses bersama dan bukan sukses sendirian. Pengusaha yang besar merangkul yang kecil, lalu yang melek digital mengajari yang masih konvensional,” tegas Sri Hastuty.
Sebagai langkah nyata, tiga implementasi nilai Pancasila kini diintegrasikan ke dalam program pembinaan UMKM:
- Pertama, pemerataan ekonomi diterapkan melalui pembagian zonasi pendampingan ke dalam tiga klaster wilayah. Langkah ini memastikan seluruh pelaku usaha di pelosok desa mendapatkan kualitas pelatihan yang sama rata dengan masyarakat di pusat kota.
- Kedua, pelaku UMKM kuliner skala menengah didorong untuk menyerap bahan baku dari petani lokal. Sinergi ini menciptakan perputaran uang yang kuat di dalam ekosistem internal Sukabumi sendiri.
- Ketiga, praktik pinjaman liar yang menjerat masyarakat harus ditolak secara tegas. Sebagai solusinya, pelaku usaha diarahkan untuk memanfaatkan skema kredit bunga ringan hasil kerja sama dengan BPR Sukabumi.
Pada akhirnya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat optimistis dengan pendekatan karakter kebangsaan ini. Produk lokal tidak hanya akan unggul dari segi kualitas fisik, tetapi juga memiliki nilai cerita yang kuat di mata konsumen. Dengan demikian, pengusaha yang berintegritas tinggi akan menjadi motor penggerak utama yang membawa ekonomi Sukabumi naik kelas.
adv
Jangan lupa video youtube kami : Lembur Pakuan Ada Di Sukabumi? Kades Ganteng Buktikan Desa Bisa Mandiri Tanpa Berpaku Pada Anggaran!











