CIDADAP — Di tengah semangat warga yang menginginkan perubahan nyata, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, hadir langsung dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Cidadap untuk Tahun Anggaran 2027.
Mengusung tema “Penyiapan Ekosistem Pendukung untuk Penguatan Agroindustri dan Pariwisata”, forum tahunan ini tak sekadar menjadi agenda formalitas, melainkan ruang dialektika antara rakyat dan pemangku kebijakan.
Baca juga : Energi Rakyat dari Cihurang: DPRD–Pemkab Sukabumi Resmikan Biogas dan Solar Dryer, Sinyal Kuat Politik Kemandirian Energi
Di sinilah arah masa depan Cidadap mulai dirumuskan, dari sawah hingga destinasi wisata, dari pelaku UMKM hingga generasi muda.
Budi Azhar Mutawali menegaskan, pembangunan tidak boleh lagi berjalan parsial. Menurutnya, agroindustri dan pariwisata harus dipadukan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
“Petani jangan hanya menjual hasil mentah. Harus ada nilai tambah. Begitu juga potensi wisata, harus memberi dampak langsung pada ekonomi warga,” ujar politisi partai Golkar itu di hadapan kepala desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan perempuan serta pemuda.
Politik anggaran, kata dia, adalah soal keberpihakan. DPRD memiliki fungsi strategis memastikan usulan warga tidak berhenti di atas kertas. Ia mendorong agar infrastruktur penunjang jalan produksi, akses wisata, irigasi, hingga pelatihan SDM menjadi prioritas dalam perencanaan 2027.
Musrenbang Cidadap pun menjadi cermin bahwa demokrasi lokal masih menemukan nadinya. Aspirasi petani, pelaku usaha kecil, hingga pengelola destinasi wisata mengalir dalam satu forum yang sama. Harapannya sederhana: kesejahteraan tumbuh dari potensi sendiri.
Dengan visi ekosistem yang kuat, Cidadap tidak hanya berbicara tentang panen dan panorama, tetapi tentang masa depan yang lebih mandiri dan bermartabat.
Adv












