Camat Cibadak Siapkan Pelajar Untuk Menjadi Pemimpin Kedepan

Camat Kecamatan Cibadak, Mulyadi Tengah Memberi Motvasi di depan pelajar

MillionBrainHub.com – Di tengah riuhnya dunia remaja yang lebih akrab dengan notifikasi TikTok daripada panggilan tugas negara, Camat Cibadak, Pak Mulyadi, tampil dengan pidato yang cukup menggugah — kadang tegas, kadang jenaka, kadang seperti motivator, tapi semuanya tetap dalam satu misi: memaksa pelajar ingat bahwa masa depan itu ada… dan sedang menunggu mereka.

Baca juga : PMII Kota Sukabumi Bincang Panas–Dingin Soal TKPP

Dalam sebuah kegiatan bersama pelajar, Pak Camat menyampaikan pesan yang langsung menusuk ke jantung generasi muda:

“Presiden Prabowo, Gubernur Dedi Mulyadi, sampai Bupati Asep Japar suatu saat akan berganti. Kalianlah yang akan menggantikan pemimpin itu.”

Kalimat yang cukup kuat untuk membuat para pelajar menurunkan volume headset mereka.

“Kalau bangsa saja kalian sayangi, tapi orang tua dan tetangga tidak—itu namanya cinta setengah matang.”

Dalam gaya bicara yang sedikit puitis, sedikit sindiran, dan sedikit seperti nasihat kakek saat lebaran, Pak Mulyadi menekankan bahwa kecintaan pada bangsa dimulai dari hal paling dekat.

Mulai dari:

  • menyayangi diri sendiri,
  • menghormati orang tua,
  • menjaga hubungan dengan keluarga,
  • dan tidak cuek dengan tetangga.

Karena, menurutnya, bangsa itu besar, tapi dimulai dari rumah yang kecil.

Pelajar Nongkrong di Jam Sekolah? Siap-siap “Dijemput” Camat.

Bagian paling menarik — sekaligus paling membuat beberapa pelajar mulai melirik sandal mereka — adalah ancaman lembut dari Pak Camat:

“Pelajar yang masih nongkrong di luar jam sekolah akan saya angkut ke kecamatan.”

Sebuah kebijakan yang terdengar tegas, tapi di satu sisi cukup satir untuk menggambarkan kondisi remaja zaman sekarang:
sering nongkrong dulu, mikir belakangan.

“Mungkin dari nongkrong inilah kalian malah tawuran,” lanjutnya.

Anti Narkoba, Anti Pacaran Dulu, Anti Semua yang Bikin Masa Depan Ambyaar

Dalam sesi motivasi yang semakin mengalir, Pak Camat juga menegaskan larangan keras:

  • Jangan sentuh narkoba.
  • Sayangi orang tua kalian.
  • Dan, di usia belajar ini… jangan pikir pacar-pacaran dulu.

Poin terakhir mungkin membuat beberapa pelajar tersentak, tapi begitulah gaya Camat Cibadak:
langsung ke inti, tanpa banyak metafora.

Stop Bullying: “Zaman dulu diledek tidak ambil hati. Zaman sekarang diledek dikit langsung baper.”

Dengan sedikit nostalgia ala generasi yang tumbuh sebelum era gawai, Pak Mulyadi membandingkan mental anak zaman dulu dengan zaman sekarang.

“Anak zaman dulu diledek sedikit tidak pernah ambil hati. Sekarang beda.”

Pesan ini bukan untuk meremehkan generasi kini, melainkan untuk menegaskan betapa pentingnya membangun mental kuat dan moral tangguh, terutama di masa yang serba cepat dan rentan tekanan.

“Tidak ada masa depan jika masa muda kalian tidak belajar.”

Kalimat penutupnya sederhana tapi memotong langsung:
masa depan bukan untuk mereka yang sibuk rebahan, melainkan untuk mereka yang mau berproses.

Tonton Keseruan Videonya di Sini

Untuk melihat secara langsung gaya bicara Pak Camat yang tegas tapi tetap menghibur, silakan:
👉 Tonton videonya di sini (Tegas! Camat Akan Angkut Pelajar Ke Kecamatan Jika Ketahuan Nongkrong! Ada Apa?)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *