Dari Luka Bencana Menuju Harapan Baru: 100 Huntap Siap Dibangun di Cikadu

https://millionbrainhub.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-Ade-Asoka.png
Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas didampingi Kepala Disperkim Sendi Apriadi saat monitor kesiapan lahan relokasi bagi warga terdampak pergerakan tanah di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu. |Foto: Ade Asoka

PALABUHANRATU — Harapan baru mulai ditata di atas hamparan tanah yang kini dirapikan dengan proses cut and fill di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu. Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas turun langsung memonitor kesiapan lahan relokasi bagi warga terdampak pergerakan tanah.

Di atas lahan kurang lebih satu hektare itu, rencananya akan berdiri 100 hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam bayang-bayang bencana.

Monitoring tersebut menjadi langkah penting memastikan bahwa setiap jengkal tanah yang dipersiapkan benar-benar aman dan sesuai dengan perencanaan teknis.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi membangun kembali rasa aman dan masa depan warga,” ujar Wakil Bupati di sela peninjauan lapangan.

Baca juga:Dari KPK untuk Rakyat Sukabumi: Lahan 1.409 Meter Persegi Jadi Energi Baru Pelayanan Publik

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menjelaskan bahwa pekerjaan cut and fill merupakan tahapan krusial sebelum pembangunan rumah khusus dimulai. Penataan lahan dilakukan agar struktur tanah stabil, sesuai desain teknis, dan layak menjadi kawasan hunian yang aman serta nyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menerima pemaparan langsung dari jajaran Disperkim terkait progres pekerjaan dan tahapan lanjutan pembangunan. Ia juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai target dan standar keselamatan.

Relokasi ini bukan hanya tentang memindahkan rumah, melainkan memulihkan kehidupan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap seluruh proses berjalan lancar, sehingga 100 kepala keluarga terdampak bisa segera menempati hunian yang lebih layak dan aman.

Dari tanah yang dulu retak karena bencana, kini tumbuh asa baru untuk Cikadu.

Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *