SUKABUMI, Millionbrainhub.com – Upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir terus berjalan di Kabupaten Sukabumi. Pemerintah daerah menyelaraskan program perlindungan alam dengan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
Langkah strategis ini terwujud lewat Program Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM). Kegiatan konservasi ini berpusat di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Program DMPM bertujuan meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kawasan hutan bakau. Keberadaan mangrove menyimpan potensi raksasa sebagai objek wisata edukatif yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar memaparkan visi pengembangan kawasan tersebut. Beliau menegaskan bahwa program DMPM membangun model pengelolaan hutan bakau yang partisipatif.
Baca juga ; 5 Fakta Unik Kasepuhan Gelar Alam Sukabumi, dari Padi Sakral hingga Tradisi Ratusan Tahun
Oleh karena itu, pemerintah daerah menggandeng warga lokal untuk mengelola potensi pesisir. Langkah ini membuka peluang ekonomi baru tanpa merusak ekosistem laut.
“Mangrove bukan sekadar benteng alami bagi kawasan pesisir. Ekosistem ini memiliki fungsi penting bagi lingkungan, sekaligus menyimpan potensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang edukatif, alami, dan berkelanjutan,” ujar Ali Iskandar.
Selanjutnya, pengembangan potensi pariwisata di Desa Mandrajaya mulai terealisasi di lapangan. Petugas mendirikan fasilitas jalur tracking mangrove di kawasan Pantai Cikadal.
Fasilitas tracking kayu ini menawarkan pengalaman unik bagi para wisatawan harian. Pengunjung dapat menyusuri keasrian hutan bakau sambil mempelajari fungsi ekologis mangrove.
Aktivitas rekreasi di Pantai Cikadal menyajikan perpaduan antara edukasi dan hiburan keluarga. Pengunjung diajak mencintai kelestarian lingkungan secara menyenangkan di alam terbuka.
Di samping itu, kawasan Pantai Cikadal memiliki bentang alam yang sangat memesona. Wilayah ini menyimpan keindahan pesisir serta pelbagai situs geowisata yang menakjubkan.
Pemerintah daerah mengidentifikasi pelbagai destinasi unggulan di sekitar Desa Mandrajaya. Wisatawan dapat mengunjungi Pulau Kunti, Pulau Mandra, Batu Punggung Naga, hingga Batu Batik.
Seluruh objek geowisata ini siap dikembangkan secara terpadu oleh pemda. Langkah terintegrasi ini akan memperkuat daya saing pariwisata kawasan pesisir selatan Sukabumi.
“Pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan menghadirkan destinasi baru. Kita memerlukan pendekatan menyeluruh agar pariwisata berjalan seiring dengan upaya konservasi,” tegas Ali.
Sementara itu, Kadispar menekankan pentingnya penguatan fasilitas pendukung di lokasi wisata. Pemerintah daerah memprioritaskan peningkatan aksesibilitas jalan, penyediaan amenitas, serta pembinaan warga lokal.
Sinergi antara pemerintah daerah, pemdes, dan masyarakat menjadi kunci sukses utama. Kolaborasi ini menjamin pengelolaan potensi geowisata berjalan optimal dan ramah lingkungan.
Oleh sebab itu, Dinas Pariwisata Sukabumi optimis Desa Mandrajaya akan menjadi magnet wisata baru. Kawasan ini siap menyajikan kombinasi keindahan alam, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi.
Kemudian, pemda akan mempromosikan keunikan Pantai Cikadal ke pasar pariwisata nasional. Kehadiran wisatawan akan langsung meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga lokal.
Akhirnya, pengelolaan pariwisata berkelanjutan ini siap membawa Sukabumi semakin maju. Pelestarian hutan bakau dan pengembangan geowisata membuahkan kebaikan bagi masyarakat.
Adv
Tonton video youtube kami : BERANI ! Pesan Terbuka Untuk Presiden Dari Petani
