SUKABUMI, Millionbrainhub.com – Pembangunan pariwisata daerah yang maju dan berdaya saing tinggi berawal dari kolaborasi yang kokoh. Pemerintah daerah memerlukan perencanaan yang matang serta komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.
Oleh karena itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi terus bergerak aktif mendongkrak sektor pariwisata berbasis potensi lokal. Pemda menggelar audiensi dan diskusi kemitraan strategis bersama pihak swasta nasional.
Dinas Pariwisata menggandeng Star Energy Geothermal Salak, Ltd. dalam pertemuan penting tersebut. Langkah kolaboratif ini memfokuskan agenda pada percepatan pengembangan serta penetapan Desa Wisata Kabandungan dan Desa Wisata Cipeuteuy.
Baca juga : Panen Perdana Padi PM AAS Citepus Tembus 10 Ton, Kadis Pertanian Optimistis Swasembada Pangan
Melalui sinergi lintas sektor yang erat, program pengembangan ini membawa misi besar untuk membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Pemda berkomitmen mengoptimalkan setiap potensi keunggulan desa agar menjadi daya tarik wisatawan.
“Membangun pariwisata bukan hanya tentang menghadirkan destinasi indah semata, melainkan tentang menciptakan peluang dan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi.
Selanjutnya, pemerintah daerah menekankan bahwa partisipasi aktif perusahaan melalui program tanggung jawab sosial sangat krusial. Kemitraan strategis ini mempermudah penyediaan sarana dan prasarana penunjang pariwisata di kedua desa percontohan tersebut.
Sinergi antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat desa menjadi fondasi utama dalam menciptakan industri pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan bahwa warga lokal menjadi pelaku utama dalam roda ekonomi daerah.
Di samping itu, Desa Kabandungan dan Desa Cipeuteuy memiliki pesona alam serta keunikan budaya lokal yang sangat memikat. Pengelolaan yang profesional dan berorientasi lingkungan akan menjadikan kedua desa ini sebagai destinasi unggulan baru di Sukabumi.
Pemerintah daerah mengarahkan pengembangan desa wisata ini agar tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kearifan lokal. Wisata alam berbasis edukasi dan konservasi menjadi daya tarik utama yang ditawarkan kepada para wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Sinergi bersama Star Energy ini menjadi bukti nyata komitmen kita dalam mewujudkan tata kelola pariwisata yang memberdayakan warga,” lanjutnya dengan penuh rasa optimistis.
Sementara itu, pihak Star Energy Geothermal Salak menyambut hangat kolaborasi pengembangan ekonomi warga sekitar kawasan operasional ini. Pihak swasta siap memberikan dukungan pendampingan serta pelatihan bagi para pengelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Dukungan tersebut mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola promosi digital, hingga penataan fasilitas umum yang ramah pengunjung. Pelatihan berkala akan membentuk pengelola desa wisata yang mandiri, kreatif, dan profesional.
Oleh sebab itu, Pemkab Sukabumi menaruh harapan besar pada keberhasilan penetapan dua desa wisata baru ini. Keberhasilan program ini akan menjadi benchmark atau percontohan bagi pengembangan desa-desa potensi lainnya di seluruh wilayah Sukabumi.
Kemudian, Dinas Pariwisata siap memfasilitasi proses regulasi penetapan desa wisata secara cepat dan transparan. Pemda berkomitmen mendampingi setiap tahapan pembangunan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga desa.
Akhirnya, kolaborasi harmonis antara pemerintah, swasta, dan warga desa ini siap membuahkan hasil yang membanggakan. Pariwisata Sukabumi melangkah mantap menjadi motor penggerak ekonomi menuju Kabupaten Sukabumi yang maju, sejahtera, dan Mubarakah.
Adv
Tonton video youtube kami : BERANI ! Pesan Terbuka Untuk Presiden Dari Petani
