SUKABUMI, MillionBrainHub.com – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan langkah nyatanya. Pihaknya berupaya keras memperkuat pilar ekonomi lokal melalui sektor keagamaan. Kali ini, DKUKM menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Berbasis Pondok Pesantren. Acara strategis ini berlangsung di Pondok Pesantren Assalafiyyah 2, Kecamatan Cicantayan, pada Rabu (22/7/2026).
Melalui agenda tersebut, pemerintah daerah ingin memoles potensi besar para santri. Langkah ini bertujuan agar para pelaku UMKM pesantren bisa beradaptasi cepat dengan kemajuan teknologi. Selain itu, program ini disiapkan untuk mencetak para wirausahawan muda yang mandiri serta berdaya saing tinggi. Oleh sebab itu, materi pelatihan dirancang sangat relevan dengan kebutuhan pasar modern saat ini.
Baca juga : DKUKM Kabupaten Sukabumi Sampaikan Duka Cita atas Musibah Kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya
Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menegaskan pentingnya acara ini secara langsung. Beliau menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen nyata pemerintah daerah. Di samping itu, penguatan wawasan kewirausahaan dan manajemen usaha menjadi fokus utama pelatihan. Penguasaan teknologi digital pun dinilai sangat krusial sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen DKUKM dalam meningkatkan kapasitas santri dan pelaku UMKM berbasis pesantren melalui penguatan wawasan kewirausahaan, manajemen usaha, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai bekal menghadapi tantangan di era modern,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sri Hastuty menaruh harapan besar pada hasil akhir pelatihan ini. Beliau ingin agar lahir para pelaku usaha pesantren yang kreatif, mandiri, dan inovatif. Di sisi lain, program bimtek ini mendukung penuh program prioritas Bupati Sukabumi yaitu TRENDI (Pesantren Melek Digital). Dengan demikian, proses transformasi digital di lingkungan pondok pesantren dapat terwujud lebih cepat.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pelaku usaha pesantren yang mandiri, kreatif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya program prioritas Bupati Sukabumi TRENDI (Pesantren Melek Digital) sebagai upaya mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren,” jelasnya.
Tidak hanya memberikan pembekalan materi, Sri Hastuty juga mengajak seluruh pihak untuk saling bahu-membahu. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengelola pesantren, dan para pelaku usaha. Sementara itu, kolaborasi erat ini diyakini mampu membentuk ekosistem ekonomi yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
“Mari bersama membangun ekosistem ekonomi pesantren yang kuat, produktif, dan berkelanjutan demi kemajuan UMKM serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Pada akhirnya, keberhasilan transformasi digital ini bergantung pada konsistensi pendampingan di lapangan. Langkah awal yang berani ini [diharapkan] mampu menginspirasi pesantren lain di seluruh penjuru Sukabumi.
Adv
Tonton juga : Tuntut DPRD Gunakan Hak Angket! Sangat Melelahkan Menerima Walikota Yang Lebih Buruk Dari Rakyatnya?
