SUKABUMI,MILLIONBRAINHUB.COM – Angin perubahan kini benar-benar terasa dari pesisir selatan Kabupaten Sukabumi. Kawasan Pantai Citepus mulai menunjukkan wajah baru yang lebih tertata, bersih, dan berdaya saing. Transformasi ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui langkah terencana yang melibatkan berbagai pihak.
Sebagai awal perubahan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata menggelar rapat strategis penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Aula Kantor Desa Citepus, Selasa (28/4/2026). Melalui forum tersebut, berbagai pemangku kepentingan dipertemukan untuk menyatukan visi dalam membangun kawasan wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga nyaman dan berkelanjutan.
Baca juga : Semangat Pagi ASN Disdik Sukabumi: Dari Apel ke Pelayanan yang Lebih Humanis
Penataan Dimulai dari Persoalan Mendasar
Selanjutnya, fokus utama diarahkan pada persoalan mendasar yang selama ini menjadi tantangan, yakni pengelolaan sampah. Kepala Dinas Pariwisata Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa kebersihan menjadi prioritas utama dalam proses penataan kawasan.
Ia menjelaskan bahwa para pedagang kini didorong untuk memilah sampah organik dan non-organik sebelum dikumpulkan di titik yang telah disepakati bersama. Dengan demikian, sistem pengelolaan sampah menjadi lebih terstruktur dan efisien.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi telah menjadwalkan pengangkutan sampah secara rutin setiap Selasa dan Kamis. Selain itu, jika terjadi kendala teknis, pengangkutan akan tetap dilakukan paling lambat pada hari Sabtu. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kebersihan kawasan secara konsisten.
Penertiban Pedagang Jadi Kunci Kenyamanan
Selain persoalan sampah, penataan kawasan juga menyasar aktivitas para pedagang. Selama ini, keberadaan pedagang yang belum tertata sering kali memengaruhi kenyamanan pengunjung.
Namun demikian, perubahan mulai terlihat. Para pedagang sepakat untuk tidak lagi berjualan secara sembarangan di tepi pantai. Mereka akan menempati lokasi yang telah ditentukan oleh dinas terkait agar tercipta ketertiban.
Langkah ini tidak hanya memberikan kepastian ruang usaha, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih rapi dan nyaman bagi wisatawan. Dengan penataan yang baik, kawasan pantai diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih menyenangkan.
Semangat Gotong Royong Perkuat Transformasi
Di sisi lain, transformasi Pantai Citepus juga diperkuat oleh semangat kebersamaan. Para pedagang menunjukkan komitmen melalui budaya gotong royong atau sabilulungan yang menjadi ciri khas masyarakat setempat.
Mereka sepakat untuk mengumpulkan infaq bersama guna membantu memenuhi berbagai kebutuhan di lapangan. Selain itu, kehadiran pengurus baru turut memberikan energi positif dalam menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi.
Melalui kebersamaan ini, berbagai persoalan dapat diselesaikan secara kolektif, sehingga proses penataan berjalan lebih efektif.
RTH Ditata Tanpa Kehilangan Fungsi
Di sisi lain, penataan juga difokuskan pada keberadaan Ruang Terbuka Hijau yang selama ini sebagian dimanfaatkan oleh pedagang. Meski demikian, fungsi utama RTH tetap dipertahankan sebagai area hijau yang memberikan kesejukan.
Sebagai langkah lanjutan, kawasan tersebut akan ditata ulang agar tetap hijau sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai ruang wisata yang nyaman dan ramah pengunjung. Dengan pendekatan ini, keseimbangan antara aspek lingkungan dan ekonomi dapat terjaga.
Ali Iskandar menegaskan bahwa RTH tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan kualitasnya agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan
Pada akhirnya, keberhasilan penataan Pantai Citepus sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat. Setiap pihak memiliki peran penting dalam menjaga konsistensi perubahan.
Melalui sinergi tersebut, Pantai Citepus diharapkan tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena tata kelola yang baik dan pengalaman wisata yang berkualitas.
Dengan komitmen yang terus dijaga, Citepus perlahan bertransformasi dari sekadar destinasi favorit menjadi simbol wisata berkelas yang bersih, tertib, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Adv
Jangan lupa tonton video podcast kami tentang : Detik-detik CEO Yang Menyamar Ungkap Jati Dirinya Di Kantor Dinas & Ingin Suplai Seluruh Dapur MBG?
