SUKABUMI – Aula Kantor Desa Cimanggu, Rabu (12/2/2026) tak sekadar menjadi ruang rapat. Ia berubah menjadi ruang harapan. Tempat di mana suara petani, pelaku UMKM, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat bertemu dalam satu tujuan: membangun Cimanggu yang lebih berdaya.
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Cimanggu Tahun 2026 resmi digelar dengan mengusung tema besar, “Penyiapan Ekosistem Pendukung untuk Penguatan Agroindustri dan Pariwisata.” Sebuah tema yang bukan hanya terdengar strategis, tetapi juga membumi karena bersumber dari potensi dan kebutuhan masyarakatnya sendiri.
Camat Cimanggu, Dusep Sadeli, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, Musrenbang berjalan lancar. Untuk Kecamatan Cimanggu, ada 30 skala prioritas dari 6 desa, dengan 5 usulan prioritas tiap desa,” ujarnya.
Tiga puluh usulan itu bukan sekadar angka. Di dalamnya ada harapan perbaikan infrastruktur jalan tani, penguatan irigasi, pengembangan sentra olahan hasil pertanian, hingga penataan destinasi wisata lokal yang selama ini tumbuh alami namun belum sepenuhnya terkelola optimal.
Cimanggu memang menyimpan potensi besar. Hamparan lahan pertanian yang subur menjadi nadi kehidupan masyarakat. Di sisi lain, keindahan alam dan kearifan lokalnya menyimpan daya tarik wisata yang menjanjikan.
Ketika pertanian dipadukan dengan industri olahan dan diperkuat oleh sektor pariwisata, lahirlah ekosistem ekonomi yang saling menghidupi.
Dusep Sadeli optimistis, sinergi antar sektor ini akan menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan.
“Kami berharap, usulan-usulan prioritas ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan pengembangan potensi lokal. Dengan kolaborasi pertanian, industri olahan, dan pariwisata, Cimanggu bisa menjadi contoh pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.
Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah cermin partisipasi. Di sanalah suara desa dirajut menjadi rencana, dan rencana diterjemahkan menjadi langkah nyata. Dari Cimanggu, pesan itu mengalir jelas: pembangunan terbaik adalah yang tumbuh dari kebutuhan rakyat dan kembali untuk kesejahteraan rakyat.
Jika ekosistem pendukung benar-benar disiapkan dengan matang, bukan mustahil Cimanggu kelak dikenal bukan hanya sebagai wilayah pertanian, tetapi sebagai kawasan agroindustri dan pariwisata yang hidup, produktif, dan membanggakan.
Ade












