PARUNGKUDA — Ada yang berbeda dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Parungkuda kali ini. Di tengah rutinitas tahunan yang kerap dipenuhi daftar usulan fisik dan angka-angka anggaran, suara kritis justru menguat dari ruang pertemuan.
Adalah Bayu Permana, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKB, yang hadir dan mengingatkan satu hal mendasar: Sukabumi bukan wilayah biasa. Ia adalah daerah dengan risiko bencana tinggi yang tak boleh lagi diperlakukan dengan pola pembangunan biasa.
Baca juga : BLK dan Industri Bersatu, Sukabumi Perkuat SDM Siap Kerja di Era Digital
“Saya tidak bosan mengingatkan bahwa Sukabumi adalah wilayah dengan risiko bencana tinggi,” tegas Bayu, dikutip dari akun resminya, Ahad (22/2/2026).
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Kabupaten Sukabumi selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi bencana alam yang kompleks mulai dari longsor, banjir, hingga pergerakan tanah.
Dalam konteks itu, Bayu menilai Musrenbang seharusnya menjadi ruang strategis untuk merumuskan kebijakan mitigasi yang konkret, bukan sekadar forum administratif.
Ia juga menyinggung pola bantuan yang kerap muncul saat musibah datang. “Bagi-bagi sembako memang membuat banyak orang bahagia, tetapi tidak menyelesaikan akar permasalahan,” ujarnya.
Kalimat itu terasa politis, namun sarat pesan. Di tengah budaya responsif yang seringkali reaktif hadir saat bencana sudah terjadi, Bayu mendorong perubahan paradigma: dari penanganan ke pencegahan.
Menurutnya, langkah mitigasi bencana harus segera dirumuskan pemerintah di semua tingkatan, dari desa hingga kabupaten.
Dalam perspektif pembangunan, seruan itu menjadi kritik halus terhadap pola kebijakan yang masih bertumpu pada program populis jangka pendek.
Padahal, investasi pada mitigasi seperti pemetaan zona rawan, penguatan infrastruktur tangguh bencana, hingga edukasi masyarakat justru lebih berdampak dalam jangka panjang.
Musrenbang Parungkuda pun menjadi cermin bahwa pembangunan tak hanya soal jalan dan gedung, tetapi juga soal keberanian menentukan prioritas. Di wilayah dengan risiko tinggi, keselamatan warga harus menjadi fondasi utama setiap rencana.
Pesan Bayu Permana sederhana namun tegas: Sukabumi tak bisa lagi hanya bergerak saat sirene bencana berbunyi. Perencanaan harus lebih dulu bersuara, sebelum alam memberi peringatan berikutnya.
Adv
Tonton juga video youtube kami tentang – Selasa Menyapa Warga di sini











