SUKABUMI, MILLIONBRAINHUB.COM – Pemerintah Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan dialog terbuka bertajuk “SARESEHAN WARGA: Tanpa Sekat, Tanpa Sungkan, Warga Bicara, Kepala Desa Menjawab”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa Pawenang pada Jumat (1/5/2026) dan mendapat antusiasme tinggi dari berbagai unsur masyarakat.
Forum itu menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah desa dan warga dalam membahas berbagai persoalan, aspirasi, serta gagasan pembangunan desa. Selain itu, kegiatan tersebut juga menunjukkan komitmen Pemerintah Desa Pawenang dalam membangun tata kelola pemerintahan yang terbuka, transparan, dan partisipatif.
Baca juga : Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Cibadak Gotong Royong Bangun RTLH, Salurkan Bantuan untuk Warga
Sejak kegiatan dimulai, suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Warga terlihat aktif menyampaikan pendapat, kritik, maupun saran secara langsung kepada pemerintah desa.
Kepala Desa Dorong Budaya Keterbukaan
Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim, mengatakan bahwa saresehan warga merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah desa dalam menciptakan ruang komunikasi yang sehat dan terbuka bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan desa tidak bisa berjalan maksimal tanpa keterlibatan warga. Karena itu, pemerintah desa ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan berbagai masukan secara langsung.
“Kegiatan ini merupakan ruang bersama yang bebas, terbuka, dan komunikatif tempat di mana setiap suara memiliki nilai, setiap kritik memiliki arti, dan setiap gagasan menjadi bagian penting dalam arah pembangunan desa ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah desa harus mampu mendengar suara masyarakat dengan baik. Selain itu, keterbukaan terhadap kritik juga menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan yang kuat dan dipercaya warga.
Diikuti Berbagai Unsur Masyarakat
Hilman menjelaskan, forum saresehan tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat Desa Pawenang. Mulai dari kalangan pemuda dan pemudi, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemerhati kebijakan dan pembangunan desa ikut hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, organisasi kemasyarakatan dan unsur partai politik di Desa Pawenang juga turut berpartisipasi dalam dialog terbuka tersebut. Kehadiran berbagai elemen masyarakat membuat diskusi berjalan lebih dinamis dan beragam.
Menurut Hilman, keterlibatan banyak pihak sangat penting karena pembangunan desa membutuhkan dukungan dan pengawasan bersama. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di masyarakat dapat dibahas secara terbuka dan dicari solusinya bersama-sama.
Warga Bebas Sampaikan Kritik dan Saran
Dalam forum tersebut, seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan kritik, saran, dan pertanyaan secara langsung kepada kepala desa. Warga juga dapat memberikan masukan terkait pelayanan pemerintah desa maupun arah pembangunan ke depan.
Meski berlangsung dinamis, diskusi tetap berjalan tertib dan penuh rasa saling menghargai. Setiap peserta terlihat menyampaikan pendapat dengan cara yang konstruktif demi kemajuan Desa Pawenang.
Hilman menilai budaya diskusi seperti itu penting untuk membangun hubungan yang sehat antara pemerintah desa dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka, pemerintah desa dapat lebih memahami kebutuhan warga secara langsung.
“Kami percaya bahwa desa yang kuat lahir dari keberanian untuk mendengar, dan kepemimpinan yang besar tumbuh dari keterbukaan terhadap kritik,” tegasnya.
Partisipasi Warga Jadi Kunci Kemajuan Desa
Pemerintah Desa Pawenang berharap kegiatan saresehan warga dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan desa. Selain menjadi ruang diskusi, forum tersebut juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara pemerintah desa dan warga.
Menurut Hilman, kemajuan desa tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam memberikan ide, pengawasan, dan dukungan terhadap pembangunan.
Karena itu, Pemerintah Desa Pawenang berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan dialog dan musyawarah.
“Mari hadir, mari bicara, mari bersama membangun Desa Pawenang dengan pikiran jernih dan hati yang terbuka,” pungkas Hilman.
Saresehan Jadi Wadah Bangun Desa Secara Bersama
Kegiatan saresehan warga tersebut menjadi contoh bagaimana pemerintah desa dapat membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Selain meningkatkan transparansi, forum seperti itu juga membantu menciptakan suasana demokratis dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Ke depan, Pemerintah Desa Pawenang berharap budaya diskusi terbuka dan partisipatif dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, pembangunan desa diharapkan berjalan lebih baik, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan warga.
Adv
Jangan lupa tonton video youtube kami di sini: Seru ! Ultimatum Bupati : SPPG Harus Ambil Bahan Lokal. Hingga Guru Menagih Janji Perbaikan Jalan
