MillionBrainHub.com — Di tengah padatnya antrean, aroma obat, dan suara khas “nomor berikutnya, silakan!”, Puskesmas Sukalarang berdiri tegak sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Dipimpin oleh Dr. Eddy Ramdhan, puskesmas ini menjadi salah satu wajah utama pelayanan publik di Kabupaten Sukabumi — lengkap dengan segala cerita di balik pintu ruang tunggu.
Baca juga : Desa Impian Presiden Prabowo! Bumdes Desa Ini Kelola Dapur MBG & Disuplai Koperasi Merah Putih
Kami berkesempatan menyambangi puskesmas ini, menyapa warga, ngobrol dengan petugas, dan mendengar langsung suara yang jarang terekam di laporan resmi: keresahan, harapan, dan candaan yang kadang menyelamatkan suasana.
Malu-Malu tapi Akhirnya Bicara: Suara dari Warga Sukalarang
Awalnya, warga sekitar tampak malu-malu ketika ditanya soal pengalaman mereka di Puskesmas Sukalarang. “Bagus, tapi…” — kalimat itu menggantung lama sebelum akhirnya keluar berbagai kisah kecil: mulai dari pelayanan cepat di pagi hari, sampai antrian yang terasa lebih panjang dari harapan di jam sibuk.
“Kalau datang pagi, cepat. Tapi kalau siang, kadang petugasnya ikut capek juga,” ujar salah satu ibu rumah tangga sambil tertawa canggung.
Keluhan? Ada. Tapi rasa terima kasih juga terasa tulus — karena di balik sistem dan antrean, warga tahu tenaga kesehatan di sini bekerja sungguh-sungguh.
Keresahan Bersama: Antara Warga dan Petugas
Ternyata bukan hanya warga yang punya uneg-uneg. Para petugas Puskesmas Sukalarang juga punya keresahan sendiri.
Mulai dari keterbatasan fasilitas, padatnya pasien, hingga dilema saat harus menjelaskan penyakit yang perlu dirujuk ke rumah sakit kepada masyarakat yang kadang belum siap.
Dr. Cindy Rianilda, dokter umum di puskesmas ini, mengaku hal itu menjadi tantangan tersendiri.
“Kadang sulit menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit tertentu tidak bisa Dirujuk ke rumah sakit. Tapi kami tetap berusaha agar masyarakat mengerti pentingnya perawatan lanjutan,” ujarnya dengan senyum sabar yang khas tenaga medis di garis depan.
Sementara itu, Bidang Eti Rohaeti, yang sering menangani ibu hamil, menambahkan pesan penuh empati:
“Warga, terutama yang sedang hamil, jangan sungkan datang ke puskesmas. Kami siap melayani kapan pun.”
Tour Keliling Puskesmas Bersama Asep Dada, Sang Promotor Kesehatan
Dalam kunjungan ini, kami juga ditemani Asep Dada, promotor kesehatan di Puskesmas Sukalarang — sosok energik yang menjembatani dunia medis dan masyarakat.
Bersamanya, kami berkeliling dari ruang gizi, imunisasi, hingga laboratorium sederhana yang tetap sibuk melayani pasien setiap hari.
Dengan gaya khasnya, Asep tak lupa menegaskan:
“Kesehatan itu bukan cuma urusan dokter, tapi urusan bersama. Warga sehat, Sukalarang kuat.”
Puskesmas yang Berdenyut Nyata
Dari luar, Puskesmas Sukalarang mungkin tampak seperti puskesmas lain pada umumnya — dinding putih, antrean pasien, papan nama yang mulai pudar.
Namun di dalamnya, ada denyut kehidupan nyata: kerja keras para petugas, kesabaran warga, dan upaya kecil untuk menjaga agar pelayanan tetap manusiawi di tengah segala keterbatasan.
Tonton keseruan kunjungan kami ke Puskesmas Sukalarang di sini: Ketika Warga Ditanya Pelayanan Depan Pegawai Puskesmas?














