Satu Abad NU, Satu Nafas Persatuan: Alun-alun Palabuhanratu Jadi Lautan Khidmat dan Harapan

Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi, Lapang Alun-alun Palabuhanratu, Rabu 4 Januari 2026. |Foto: Ade Asoka

SUKABUMI — Lapang Alun-alun Palabuhanratu, Rabu 4 Januari 2026, berubah menjadi ruang sejarah. Ribuan warga Nahdliyin memadati jantung pesisir Sukabumi dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi, sebuah momentum yang tak sekadar merayakan usia, tetapi juga menegaskan peran NU sebagai penyangga peradaban dan persatuan umat.

Di bawah langit Palabuhanratu, gema shalawat, doa, dan semangat kebangsaan menyatu. Satu abad NU bukan hanya angka, melainkan jejak panjang perjuangan ulama, santri, dan masyarakat dalam menjaga agama, bangsa, dan harmoni sosial.

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, dalam sambutannya menegaskan posisi strategis NU sebagai mitra utama pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh kader NU untuk terus berperan aktif mendukung program pembangunan, khususnya di sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta sosial kemasyarakatan.

“NU memiliki peran strategis sebagai penjaga persatuan umat. Peringatan satu abad ini harus menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Bupati.

Ajakan tersebut disambut hangat oleh ribuan kader NU yang hadir, menandai komitmen bersama bahwa pembangunan daerah tak hanya dibangun dengan kebijakan, tetapi juga dengan nilai, akhlak, dan kebersamaan.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, K.H. E.S. Mubarok, menegaskan bahwa peringatan satu abad NU adalah momentum bersejarah untuk memperkuat sinergi ulama dan umara dalam membangun Sukabumi yang mubarakah.

“Ini merupakan momentum kebersamaan pemerintah dan NU. Hari ini kita bersama-sama menunjukkan Sukabumi yang mubarakah, NU yang maju, ulama yang bersatu,” tuturnya penuh makna.

Lebih jauh, K.H. E.S. Mubarok menegaskan kesiapan NU sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Dengan lebih dari 1.000 kader aktif yang tersebar di berbagai bidang, NU siap mengambil peran nyata dalam mendorong kemajuan Kabupaten Sukabumi.

“NU akan selalu bersama pemerintah yang baik, jujur, dan peduli kepada masyarakat. Kami, para alim ulama, siap menjadi garda terdepan mendukung kemajuan Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

Puncak Harlah 1 Abad NU ini menjadi penanda bahwa NU di Sukabumi bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga menatap masa depan. Dari Palabuhanratu, pesan itu bergema: agama dan negara berjalan beriringan, ulama dan pemerintah saling menguatkan, demi Sukabumi yang damai, maju, dan penuh keberkahan.

Satu abad NU telah dilalui. Seratus tahun berikutnya, sejarah kembali menunggu untuk ditulis—bersama, dalam satu nafas persatuan.

Ade

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *