SUKABUMI,MILLIONBRAINHUB.COM – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan tradisi Seren Taun. Sebab, tradisi ini merupakan warisan budaya sekaligus identitas asli masyarakat Sunda. Hal tersebut disampaikan Ali saat menghadiri Seren Taun Akbar dan Gema Muharam 1448 Hijriah di Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, pada Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, Seren Taun bukan sekadar agenda seremonial tahunan yang biasa. Sebaliknya, acara ini menjadi wujud nyata dari pelestarian adat dan kearifan lokal yang turun-temurun. “Semoga tradisi luhur ini terus terjaga dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” tutur Ali Iskandar lewat pernyataan resminya.
Baca juga : Wujudkan Sangkuriang, Dinas Pertanian Sukabumi Gandeng BRIN dan IPB Tingkatkan Kapasitas Penyuluh
Makna Tradisi: Seren Taun merupakan ritual sakral warga Sunda sebagai ungkapan syukur atas hasil tani yang melimpah. Oleh karena itu, kegiatan ini rutin digelar dengan melibatkan tokoh adat, warga, hingga generasi muda.
Selanjutnya, Ali menilai tradisi ini memiliki peran sangat strategis di era modern. Nilai-nilai di dalamnya mampu membentengi jati diri masyarakat dari gerusan zaman. Selain itu, pergelaran budaya ini juga berpotensi besar dalam mendukung sektor pariwisata berbasis kebudayaan di Kabupaten Sukabumi.
Pada akhirnya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap Seren Taun dapat terus berkembang luas. Dengan demikian, tradisi ini bisa menjadi ikon pariwisata andalan yang memperkuat posisi Sukabumi sebagai daerah yang kaya akan adat dan budaya.
(Adv)
Jangan lupa video youtube kami : Lembur Pakuan Ada Di Sukabumi? Kades Ganteng Buktikan Desa Bisa Mandiri Tanpa Berpaku Pada Anggaran!
