SUKABUMI,MILLIONBRAINHUB.COM – Di tengah perubahan pola kerja birokrasi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menegaskan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) tidak boleh dimaknai sebagai kelonggaran dalam bekerja.
Seiring dengan penerapan WFH setiap Jumat oleh pemerintah, Aep langsung mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar tetap menjaga disiplin. Menurutnya, kebijakan ini justru menjadi bentuk evaluasi baru terhadap kinerja ASN.
Baca juga : Petani Milenial Sukabumi Dorong Desa Wisata Stroberi di Cisarua Sukaraja
“WFH bukan libur. Ini cara kita menguji kedisiplinan ASN berbasis output. Kinerja harus tetap terukur, pelayanan tidak boleh terhenti,” ujarnya, Ahad (19/4/2026).
WFH Ubah Pola Penilaian Kinerja ASN
Lebih lanjut, Aep menjelaskan bahwa sistem kerja saat ini tidak lagi berfokus pada kehadiran fisik di kantor. Sebaliknya, hasil kerja menjadi indikator utama dalam menilai kinerja ASN.
Oleh karena itu, setiap pegawai dituntut mampu menunjukkan produktivitas yang nyata. Selain itu, pelayanan kepada masyarakat juga harus tetap berjalan tanpa hambatan.
Dengan perubahan ini, birokrasi diharapkan menjadi lebih adaptif. Bahkan, sistem kerja yang fleksibel dinilai mampu mendorong efisiensi serta percepatan layanan publik.
ASN Harus Responsif dan Siap Setiap Saat
Di sisi lain, Aep menekankan pentingnya kesiapan ASN dalam menjalankan tugas dari mana saja. Ia menilai bahwa fleksibilitas kerja harus diimbangi dengan tanggung jawab yang tinggi.
“ASN harus tetap on call, responsif, dan mampu menyelesaikan pekerjaan dari mana saja tanpa mengurangi kualitas layanan publik,” tegasnya.
Dengan demikian, meskipun bekerja dari rumah, ASN tetap dituntut aktif dan sigap dalam merespons kebutuhan masyarakat.
Tantangan Utama Ada pada Mindset
Namun demikian, Aep juga mengakui bahwa tantangan terbesar bukan terletak pada fasilitas atau teknologi. Sebaliknya, pola pikir menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan WFH.
Menurutnya, jika tidak dipahami dengan benar, kebijakan ini berpotensi disalahartikan. Akibatnya, produktivitas justru bisa menurun.
“Kalau tidak disikapi serius, WFH bisa disalahartikan sebagai kelonggaran yang justru menurunkan produktivitas,” katanya.
Perubahan Mindset Jadi Kunci
Karena itu, Aep mengajak seluruh ASN untuk mengubah cara pandang terhadap pekerjaan. Ia menekankan bahwa orientasi kerja harus bergeser dari sekadar kehadiran menuju capaian kinerja.
“Yang kita ubah adalah mindset. Dari kerja berbasis kehadiran menjadi kerja berbasis capaian,” tambahnya.
Pelayanan Publik Tetap Prioritas
Sebagai penutup, Aep menegaskan bahwa tanggung jawab ASN tidak bergantung pada lokasi kerja. Di mana pun berada, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Dengan demikian, penerapan WFH di Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu menciptakan birokrasi yang lebih modern, produktif, dan berorientasi pada hasil.
adv
Jangan lupa tonton channel YouTube MillionBrain : Pengusaha dan Pekerja Wajib Tonton! Hak dan Kewajiban Pemerintah Dibongkar disni?
