BUMDes Tenjoayu Kembangkan Budidaya Melon, Jadi Motor Baru Ekonomi dan Ketahanan Pangan Desa

Budidaya tanaman melon yang dikelola secara mandiri. |Foto: ilustrasi
Budidaya tanaman melon yang dikelola secara mandiri. |Foto: ilustrasi

SUKABUMI,Millionbrainhub.com — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tenjoayu, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, terus melakukan terobosan dalam mengembangkan potensi ekonomi desa. Salah satu langkah yang kini dijalankan yakni melalui usaha budidaya tanaman melon yang dikelola secara mandiri.

Pengembangan budidaya melon tersebut menjadi bagian dari upaya BUMDes Tenjoayu dalam menciptakan usaha produktif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Tak hanya berorientasi pada keuntungan, budidaya melon ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Melalui pemanfaatan potensi pertanian, BUMDes berupaya mendorong agar sektor pangan dapat berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat.

Baca juga : Tanggapi Pandangan 7 Fraksi DPRD, Pemkab Sukabumi Buka Suara Soal Strategi APBD 2027

Ketua BUMDes Tenjoayu, Asep Angga Purnama, mengatakan budidaya melon dirintis sebagai salah satu bentuk diversifikasi usaha BUMDes. Langkah tersebut dilakukan dengan melihat peluang komoditas melon yang memiliki nilai jual cukup tinggi dan prospek pasar yang menjanjikan.

Menurutnya, pengembangan usaha pertanian menjadi pilihan strategis karena dapat memanfaatkan potensi lahan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Budidaya melon ini kami jalankan dengan penuh semangat dan kerja sama tim. Mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga perawatan dilakukan secara teliti agar menghasilkan buah yang manis dan berkualitas. Program ini merupakan bagian dari upaya kami memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan warga,” uja :r Asep, Sabtu (3/10/2026).

Ia menjelaskan, proses budidaya dilakukan dengan memperhatikan setiap tahapan pertumbuhan tanaman. Persiapan lahan, penanaman bibit, pemeliharaan hingga perawatan menjadi bagian penting untuk memastikan tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah dengan kualitas yang baik.

Pengelolaan secara mandiri juga menjadi bagian dari upaya BUMDes untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus membangun pengalaman dalam mengembangkan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan pengelolaan yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan, budidaya melon diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu unit usaha unggulan BUMDes Tenjoayu.

Buka Peluang Pasar

Selain meningkatkan produksi, BUMDes Tenjoayu juga mulai memikirkan aspek pemasaran hasil panen. Melon yang dihasilkan nantinya akan dipasarkan secara langsung kepada masyarakat Desa Tenjoayu dan lingkungan sekitar.

Tidak menutup kemungkinan, pemasaran juga akan diperluas ke pasar-pasar terdekat sehingga jangkauan konsumen semakin besar.

Strategi pemasaran tersebut dinilai penting untuk memastikan hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang optimal. Dengan pasar yang semakin luas, peluang peningkatan pendapatan dari usaha budidaya melon juga semakin terbuka.

BUMDes Tenjoayu berharap usaha ini dapat berkembang secara bertahap. Selain menghasilkan keuntungan, keberadaan usaha tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Harapannya, budidaya ini bisa terus berkembang dan memiliki pasar yang lebih luas. Kami ingin usaha BUMDes tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dorong Kemandirian Pangan Desa

Pengembangan budidaya melon juga menjadi bagian dari semangat membangun kemandirian pangan di Desa Tenjoayu.
Melalui pemanfaatan potensi pertanian lokal, desa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen produk pangan, tetapi mampu menghasilkan komoditas yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki nilai jual.

Keberadaan usaha pertanian yang dikelola BUMDes juga dapat menjadi contoh bahwa potensi desa dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif apabila dikelola secara serius, terencana, dan berkelanjutan.

Asep berharap keberhasilan budidaya melon nantinya dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan sektor pertanian maupun usaha produktif lainnya.

Menurutnya, kolaborasi antara BUMDes dan masyarakat menjadi salah satu kunci agar pengembangan ekonomi desa dapat berjalan secara berkesinambungan.

Keuntungan Kembali untuk Masyarakat

BUMDes Tenjoayu berkomitmen untuk mengelola hasil usaha budidaya melon secara transparan dan memberikan manfaat kembali bagi desa.
Keuntungan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha BUMDes sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tenjoayu.

Dengan demikian, usaha budidaya melon tidak hanya berhenti pada kegiatan produksi dan pemasaran, tetapi menjadi bagian dari siklus ekonomi desa.
Mulai dari pemanfaatan potensi lahan, pengelolaan usaha, produksi, pemasaran hingga pemanfaatan keuntungan diarahkan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Langkah BUMDes Tenjoayu tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi desa dapat dilakukan melalui berbagai sektor, termasuk pertanian dan pangan.

Jika dikelola secara konsisten, budidaya melon berpeluang menjadi salah satu usaha unggulan yang mampu memperkuat perekonomian Desa Tenjoayu sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan secara berkelanjutan.

BUMDes Tenjoayu pun optimistis usaha tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat, membuka peluang pasar yang lebih luas, serta membawa manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan warga Desa Tenjoayu.

Adv

Tonton video youtube kami : BERANI ! Pesan Terbuka Untuk Presiden Dari Petani

Exit mobile version