Bupati Buka Pendapatan dan Beri Peringatan di Sukabumi Expo

H Asep Japar SE MM ( Bupati Sukabumi ) di Acara penutupan Sukabumi Expo

MillionBrainHub.com — Ada suasana yang berbeda di Sukabumi Expo 2025, ajang tahunan yang menjadi sorotan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS). Di tengah tenda pelayanan publik dan semangat masyarakat yang berdesakan ingin mengurus berkas, Bupati Sukabumi, Asep Japar, membuka pendapatan — sekaligus memberi peringatan.

Baca juga : Maulid Nabi Muhammad 2025: Apa yang Tersisa dari Umatnya?

Dari 4 Miliar ke 2,4 Miliar: Angka Turun, Semangat Jangan Ikut Turun

Dalam pidato penutupannya, Bupati Asep Japar dengan lugas mengumumkan bahwa pendapatan dari Sukabumi Expo tahun ini mencapai Rp2,4 miliar, menurun dibanding tahun sebelumnya yang menembus Rp4 miliar lebih.
Namun alih-alih bersedih, beliau justru memberi suntikan semangat:

“Pendapatan boleh turun, tapi semangat kita melayani masyarakat tidak boleh ikut turun.”

Kalimat yang terdengar seperti motivasi, tapi juga menyimpan nada evaluasi — khususnya bagi mereka yang lebih rajin absen ketimbang hadir.

Sukabumi Expo: Bukan Sekadar Pameran, Tapi “Layanan Sapu Jagat”

Empat hari penuh, area expo dipenuhi masyarakat yang ingin merasakan pelayanan langsung dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mau urus perizinan, konsultasi pertanian, sampai cek kesehatan — semua bisa di satu tempat.
Seorang warga bahkan sempat berkelakar,

“Kalau bisa expo-nya sebulan, biar pelayanan kayak gini terus, nggak nunggu acara tahunan.”

Kalimat sederhana itu mungkin terdengar lucu, tapi juga menohok — karena mengingatkan bahwa pelayanan cepat mestinya bukan event, melainkan rutinitas.

Bupati Buka-bukaan: Ada Hadiah dan… Hukuman

Di bagian akhir acara, suasana sedikit berubah. Nada Bupati menjadi lebih tegas, terutama soal disiplin ASN dan OPD selama expo.

“Saya apresiasi OPD yang hadir penuh, tapi untuk yang suka datang telat, atau bahkan pulang duluan, mohon maaf — harus ada perhatian khusus. Ada hadiah bagi yang taat, tapi juga hukuman bagi yang lalai.”

Kalimat “hadiah dan hukuman” itu sontak membuat beberapa hadirin saling pandang. Rupanya, di balik semangat pelayanan publik, ada juga drama internal yang tak kalah menarik dari stan pameran.

Refleksi: Antara Peringatan dan Harapan

Sukabumi Expo tahun ini mungkin tak sepadat angka sebelumnya, tapi meninggalkan pesan penting: pelayanan bukan hanya soal pendapatan, tapi soal kehadiran.
Turunnya angka bisa jadi alarm, tapi teguran Bupati adalah bentuk kasih sayang yang keras — agar mesin birokrasi tetap berputar, bukan hanya ketika lampu kamera menyala.

Tonton Video keseruannya disini : Bupati Buka Pendapatan Dan Beri Peringatan, Sukabumi Expo Seru Sih Tapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *