Disdik Sukabumi Perkuat Sekolah Ramah Anak, Cegah Kekerasan dan Bullying

Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena, saat melakukan kunjungan langsung ke salah satu satuan pendidikan di wikayah kecamatan Warungkiara. |Foto: istimewa
Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena, saat melakukan kunjungan langsung ke salah satu satuan pendidikan di wikayah kecamatan Warungkiara. |Foto: istimewa

SUKABUMI, Millionbrainhub.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi memperkuat komitmen nyata. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.

Pemerintah daerah mengintensifkan agenda kunjungan kerja langsung. Tim menyambangi berbagai satuan pendidikan di wilayah Sukabumi secara bertahap.

Langkah preventif ini memastikan aktivitas belajar mengajar harian berjalan harmonis. Lingkungan sekolah harus terbebas dari segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena memimpin peninjauan. Kunjungan kerja tersebut berpusat di wilayah Kecamatan Warungkiara.

Baca juga : 46 Ribu Anak di Sukabumi Tak Sekolah, Ekonomi Keluarga Jadi Biang Kerok Utama

Kehadiran jimpinan Disdik menyerap aspirasi para guru di lapangan. Tim memantau dinamika belajar siswa secara objektif dari dekat.

Oleh karena itu, pemerintah daerah memandang peninjauan sebagai langkah penting. Kegiatan ini membangun ekosistem pendidikan yang transparan dan humanis.

“Kunjungan ini menjadi sarana untuk memantau langsung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, memperkuat budaya positif di sekolah,” ujar Deden Sumpena saat memimpin pembinaan di Warungkiara.

Selanjutnya, Deden menekankan bahwa fungsi sekolah tidak sebatas mentransfer pengetahuan umum. Lembaga pendidikan juga tidak sekadar mengejar target akademik harian.

Sekolah memikul tanggung jawab moral yang sangat besar. Lingkungan belajar wajib menjadi ruang perlindungan yang aman bagi peserta didik.

Pemerintah daerah melarang keras praktik perundungan (bullying) di sekolah. Semua pihak wajib menghentikan diskriminasi serta tindakan kekerasan fisik maupun psikologis.

Langkah pembinaan karakter menjadi perhatian utama pemerintah. Para siswa dapat mengukir prestasi tanpa merasa tertekan oleh lingkungan.

“Sekolah harus menjadi tempat yang menghadirkan rasa aman, menyenangkan, dan mendukung setiap anak untuk belajar, berkreasi, serta mengembangkan potensi terbaiknya,” tegas Deden.

Sementara itu, Deden mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat. Pembentukan sekolah ramah anak butuh dukungan solid dari semua pihak.

Pihak satuan pendidikan tidak dapat berjalan sendiri. Sekolah membutuhkan sinergi yang harmonis bersama para orang tua dan tokoh lingkungan.

Di samping itu, komunikasi dua arah menjadi kunci sukses utama. Guru dan wali murid dapat mendeteksi dini setiap potensi konflik.

“Melalui kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, kita wujudkan lingkungan pendidikan yang menghargai, melindungi, dan memuliakan setiap anak,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, Kadisdik mengimbau seluruh pemangku kepentingan. Semua elemen wajib membumikan rasa saling menghormati dan memelihara budaya peduli.

Pemerintah daerah optimistis terhadap masa depan pendidikan daerah. Suasana belajar yang kondusif menjadi fondasi kokoh untuk meningkatkan mutu sekolah.

“Mari bersama membangun budaya saling menghormati, saling peduli, dan saling menjaga demi terciptanya pendidikan yang berkualitas menuju Sukabumi yang Mubarokah,” pungkas Deden.

Kemudian, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi melanjutkan program pembinaan karakter. Kegiatan ini akan berlangsung secara konsisten di seluruh kecamatan.

Akhirnya, komitmen bersama dalam memuliakan hak anak siap mencetak generasi muda. Sukabumi akan melahirkan sumber daya manusia yang cerdas dan berdaya saing.

Adv

Tonton video youtube kami : BERANI ! Pesan Terbuka Untuk Presiden Dari Petani

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *