SUKABUMI — Komitmen menghadirkan lingkungan kerja yang aman, adil, dan bermartabat kembali ditegaskan dalam Rapat Kerja (Raker) pengawasan yang digelar Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi di aula BPR Sukabumi, Kamis (5/2/2026).
Raker tersebut membahas berbagai isu strategis ketenagakerjaan, mulai dari perlindungan hak pekerja, jaminan sosial, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan perusahaan, hingga langkah antisipasi peredaran narkoba di kawasan industri.
Baca juga :Petani Dukung Swasembada, Tapi Lahan Terancam Beralih Fungsi
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Sigit Widarmadi menegaskan bahwa pengawasan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya nyata memastikan para pekerja mendapatkan haknya secara utuh.
“Ketenagakerjaan bukan hanya soal hubungan industrial, tetapi juga soal kemanusiaan. Pekerja harus terlindungi, sehat, dan merasa aman di tempat kerjanya,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, jaminan sosial tenaga kerja menjadi perhatian utama. Disnakertrans mendorong seluruh perusahaan agar patuh terhadap kepesertaan jaminan sosial, sehingga pekerja memiliki perlindungan saat menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun jaminan hari tua.
Tak kalah penting, penerapan K3 juga ditekankan sebagai fondasi produktivitas. Lingkungan kerja yang aman dinilai mampu menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan karyawan.
Menariknya, pembahasan juga menyentuh aspek keagamaan di lingkungan industri. Hal ini dinilai penting untuk membangun karakter pekerja yang berintegritas dan harmonis, sekaligus menciptakan suasana kerja yang kondusif.
Sementara itu, isu peredaran narkoba di kawasan industri menjadi perhatian serius. Disnakertrans bersama DPRD mendorong sinergi dengan aparat penegak hukum dan pihak perusahaan untuk melakukan pencegahan, sosialisasi, hingga tes berkala guna memastikan lingkungan kerja bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Fery Supriadi menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperkuat. Dunia industri di Kabupaten Sukabumi diharapkan tak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga sehat secara sosial dan moral.
Raker ini menjadi momentum penting bahwa pembangunan daerah bukan semata soal angka investasi, melainkan juga tentang menjaga martabat pekerja dan masa depan generasi di lingkungan industri yang bersih, aman, dan berkeadilan.
Adv
jangan lupa tonton video youtube kami : PETANI DEBAT KEPALA DINAS PERTANIAN❗ Pemerintah Dorong Petani TIngkatkan Kualitas Panen











