SUKABUMI, Millionbrainhub.com – Sektor pertanian Kabupaten Sukabumi kembali mencetak prestasi membanggakan. Kelompok Tani (Poktan) Bibilintik II di Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, sukses menggelar panen padi dengan hasil ubinan fantastis hingga 9,6 ton per hektare.
Capaian melimpah ini menjadi angin segar bagi penguatan ketahanan pangan daerah sekaligus menyokong agenda swasembada pangan nasional.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengawal langsung kegiatan panen yang terintegrasi dengan Program Serap Gabah (Sergab) Bulog. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, turun ke lapangan mendampingi para petani bersama Kepala Bidang Sarana, Deni Ruslan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan Bulog menyerap seluruh hasil panen secara optimal.
Baca juga : Pelatihan Kerja Gratis 2026 Dibuka, Disnakertrans Sukabumi Siapkan Tiga Pilihan Kejuruan
Aep mengapresiasi kerja keras Poktan Bibilintik II yang beranggotakan 56 petani dengan total mengelola 25 hektare lahan.
“Alhamdulillah sudah panen di Poktan Bibilintik II. Di dalamnya ada 56 anggota di atas lahan 25 hektare. Produktivitas hasil ubinan yang mencapai 9,6 ton per hektare merupakan capaian yang sangat menggembirakan,” ujar Aep pada Minggu (2/8/2026).
Ia menilai angka tinggi tersebut membuktikan keunggulan kapasitas petani Sukabumi. Keberhasilan ini lahir dari penerapan teknik budidaya yang tepat, ketersediaan sarana produksi, serta pendampingan penyuluh secara konsisten.
Dinas Pertanian terus menjamin kepastian pasar dan harga yang layak bagi petani. Kepastian harga ini akan memicu semangat petani untuk terus meningkatkan volume produksi mereka.
“Kami ingin memastikan hasil panen petani terserap secara optimal. Ketika petani mendapatkan kepastian pemasaran, mereka akan semakin termotivasi meningkatkan produktivitas. Pada akhirnya, kondisi ini akan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi terhadap swasembada pangan nasional,” lanjutnya.
Pemkab Sukabumi kini memperkuat sinergi melalui pendampingan berkelanjutan, penyediaan sarana modern, dan penguatan kelembagaan tani. Sukses di Desa Langensari ini menjadi tolok ukur bagi kelompok tani lain untuk mendongkrak hasil panen mereka.
Pengawalan rantai distribusi gabah ini diharapkan memberi manfaat ekonomi maksimal bagi kesejahteraan petani. Langkah nyata ini sekaligus mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah melalui sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Tonton juga : BAGAIMANA MEWAKILI RAKYAT ?Hasil Musyawarah Partai Pun Sampai Dikhianati? Marwan Hamami Buka Suara
