MillionBrainHub.com – Drama administrasi kota kembali bergulir, dan kali ini panggung utamanya bertajuk Program Wakaf Kota Sukabumi dan kinerja Tim Komunikasi Percepatan Pembangunan (TKPP). Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, atau yang lebih akrab dipanggil Kang Wanju, akhirnya buka suara. Dan seperti biasanya, pernyataan beliau lebih segar dari kopi hitam pukul enam pagi.
Baca juga : Di Jampang Tengah, Tak Ada Lagi Warga Yang Harus Bayar, Gratis!
Menurut Kang Wanju, wakaf sebagai program pemerintah adalah hal baik, bahkan terbilang inovatif. “Di kota lain di Indonesia belum ada yang menerapkan wakaf sebagai program pemerintah,” ujarnya. Untuk hal ini, DPRD benar-benar memberikan tanda jempol dan dukungan.
Namun — dan di sinilah cerita mulai menarik — yang jadi kekhawatiran bukan programnya, melainkan siapa pengelola wakaf (nadzir) yang ditunjuk.
Nadzir Wakaf & Yayasan Doa Bangsa: Kok Kayak Dekat Banget?
Kang Wanju menyoroti bahwa nadzir yang ditunjuk Wali Kota adalah Yayasan Pembina PendidikanDoa Bangsa (YPPDB), yayasan yang dulunya — dengan penekanan tebal — dimiliki oleh Wali Kota sendiri.
“Memang sekarang sudah tidak tercantum di akta yayasan,” tutur Kang Wanju. “Tapi kita tahu itu sudah dirubah sebelum Ayep Zaki dilantik.”
Bahasanya halus, tapi maknanya? Jelas: ada aroma konflik kepentingan.
Dan konflik kepentingan itu, kalau diibaratkan, baunya suka lebih cepat tercium daripada kebijakan itu sendiri.
DPRD Bentuk Panja: “Kita Tunggu Hasilnya, Yang Penting Jangan Ada Monopoli Nadzir”
Sebagai respon formal, DPRD Kota Sukabumi sudah membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk mengklarifikasi dan menelusuri semua proses penunjukan nadzir ini. Harapannya sederhana tapi tegas:
- Tidak boleh ada monopoli nadzir wakaf
- Yayasan Doa Bangsa boleh ada, tapi hanya sebagai bagian dari struktur nadzir yang nantinya berada di bawah Badan Wakaf Indonesia (BWI)
Bahasa sederhananya: “Silakan ikut, tapi jangan mau menang sendiri.”
Maklum, Wali Kota Baru Transisi… Tapi Tetap Kita Doakan Amanah
Menutup pernyataannya, Kang Wanju mengingatkan bahwa Wali Kota masih dalam masa transisi, mengingat latar belakangnya sebelumnya adalah pengusaha. “Kita maklum, tapi tetap kita doakan agar pemimpin amanah dalam mengemban tugasnya,” ujarnya.
Tonton Videonya disini : Presiden Senang! Camat Umumkan ‘Warga Miskin Tidak Bisa Berobat’ Kini Tamat! Serius Ini Pak?














