SAMAWA Cibadak: Bukan Sekadar Absen Pejabat di Lapangan

Kegiatan SAMAWA, Selasa Menyapa Warga di Desa Pamuruyan KEcamatan CIbadak

MillionBrainHub.com – Di tengah zaman ketika warga lebih hafal influencer TikTok daripada nama camatnya sendiri, sebuah gerakan sederhana namun cukup “menampar” realita lahir di Kecamatan Cibadak. Namanya SAMAWA – Selasa Menyapa Warga, gagasan dari Camat Cibadak, Mulyadi.

Baca juga : Retribusi Pantai Minajaya Kembali Rp12 Ribu, Dispar Sukabumi: Ada Asuransi dan Komitmen Perbaikan Fasilitas

Ya, betul. Menyapa. Bukan sekadar rapat. Bukan sekadar unggah foto seremonial.

SAMAWA: Mendekatkan Pelayan dan yang Dilayani

Menurut Mulyadi, sudah saatnya masyarakat benar-benar mengenal siapa yang melayani mereka di tingkat kecamatan. Jangan sampai ada lagi warga yang tidak tahu siapa camatnya, kapolseknya, babinsanya, bhabinkamtibmasnya, kepala puskesmasnya, hingga jajaran pelayanan lainnya.

Di Kecamatan Cibadak, nama Mulyadi ingin dikenal bukan karena baliho, melainkan karena kehadiran.

“Pelayanan publik itu bukan hanya soal stempel dan tanda tangan, tapi soal kedekatan,” kurang lebih begitu semangat yang diusung dalam program ini.

Melalui SAMAWA, aparatur kecamatan turun langsung ke masyarakat. Sosialisasi dilakukan, aspirasi diserap, dan yang paling penting: warga diberi ruang bicara tanpa harus merasa kecil di hadapan meja birokrasi.

Mungkin inilah momen langka di mana warga tak perlu “mencari jalur belakang” hanya untuk menyampaikan keluhan jalan rusak atau layanan administrasi yang lambat.

Sentra Phalamartha Kemensos Ikut Bergerak

Yang menarik, di wilayah Kecamatan Cibadak ternyata terdapat Sentra Phalamartha dari Kementerian Sosial yang juga turut berpartisipasi dalam SAMAWA.

Kolaborasi ini membuat program Selasa Menyapa Warga tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pejabat dan warga, tetapi juga sarana edukasi dan informasi bantuan sosial yang lebih terarah.

Artinya, informasi tak lagi berhenti di grup WhatsApp yang seringkali lebih cepat menyebarkan hoaks daripada kabar resmi.

Visi Pelayanan Publik yang Lebih Dekat

SAMAWA adalah gagasan visioner yang membaca kebutuhan zaman: masyarakat ingin pelayanan pemerintahan yang dekat, responsif, dan manusiawi.

Di era ketika masyarakat semakin kritis dan digital, kehadiran fisik aparatur tetap tak tergantikan. Tatap muka membangun kepercayaan. Dialog membuka solusi. Dan kehadiran menciptakan rasa memiliki.

Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa jabatan publik bukanlah singgasana, melainkan amanah pelayanan.

Kalau setiap Selasa bisa jadi ruang dialog, mungkin suatu hari nanti warga tak lagi berkata, “Siapa ya camat kita sekarang?”

Karena mereka sudah mengenalnya. Bahkan mungkin pernah bersalaman langsung.

Kenapa SAMAWA Penting untuk Kecamatan Cibadak?

  • Meningkatkan kedekatan pemerintah dengan warga
  • Mempercepat penyerapan aspirasi masyarakat
  • Memperkuat sinergi lintas sektor (kecamatan, kepolisian, TNI, kesehatan, sosial)
  • Membuka akses informasi bantuan sosial dan layanan publik

Di tengah berbagai tantangan pelayanan publik, SAMAWA menjadi contoh bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Kadang cukup dari satu hari dalam seminggu, dengan satu niat: benar-benar hadir.

Dan jika konsisten, bukan tidak mungkin Selasa di Cibadak akan identik dengan satu hal: pemerintah yang benar-benar menyapa.

Tonton video lengkap kegiatan SAMAWA – Selasa Menyapa Warga di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *