SUKABUMI — Suasana duka masih menyelimuti warga Kabupaten Sukabumi atas meninggalnya NS (13) di wilayah Jampangkulon. Peristiwa tersebut menyentuh hati banyak pihak dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa tidak ada ruang dan toleransi bagi segala bentuk kekerasan terhadap anak di wilayah yang dipimpinnya.
Baca juga : Satu Tahun Kepemimpinan, Kemiskinan Sukabumi Turun ke 6,41 Persen
“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, saya sangat berduka. Ini adalah luka bagi kita semua. Saya tegaskan, tidak ada ruang dan toleransi bagi kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sukabumi, apa pun alasannya,” ujar Bupati, Kamis (26/2/2026).
Ia menyatakan komitmennya untuk berdiri di sisi keadilan bagi korban serta memastikan hak-hak anak tetap menjadi prioritas tanpa terpengaruh tekanan dari pihak mana pun.
Pemerintah daerah, lanjutnya, mendukung penuh langkah kepolisian dalam mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional.
“Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Saya yakin penyidik bekerja secara objektif dan profesional. Keadilan harus ditegakkan untuk almarhum NS,” tegasnya.
Selain mendukung proses hukum, Bupati juga menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), para camat, hingga kepala desa untuk meningkatkan pengawasan dan kepekaan terhadap kondisi sosial masyarakat.
“Saya minta seluruh jajaran, camat hingga kepala desa, untuk lebih aktif melakukan pengawasan. Jangan sampai ada tangisan anak yang tidak terdengar oleh tetangga atau aparat setempat. Kita harus saling menjaga,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan atau mendengar indikasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun tindakan semena-mena terhadap anak.
“Jangan anggap kekerasan dalam rumah tangga sebagai urusan internal semata jika sudah mengancam nyawa. Segera lapor. Mari kita jadikan Sukabumi tempat yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” pungkasnya.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, aparat, dan masyarakat dituntut hadir memastikan setiap anak di Sukabumi tumbuh dalam rasa aman dan penuh kasih.
Adv
jangan lupa tonton video youtube kami : PETANI DEBAT KEPALA DINAS PERTANIAN Pemerintah Dorong Petani TIngkatkan Kualitas Panen











