MillionBrainHub.com – Wakil Bupati Sukabumi Andreas membuka sambutan pada acara pelantikan kepala sekolah se-Kabupaten Sukabumi di kantor Dinas Pendidikan, dan seperti biasa, gaya komunikasinya kembali memantik perhatian: visioner dan tegas.
Baca juga : Kang Wanju: Jangan Potong Anggaran Sukabumi, Ini Alasannya
Dalam pidatonya yang cukup membakar semangat (dan sedikit membakar optimisme sampai gosong), Andreas menegaskan bahwa dalam 20 tahun ke depan, pemimpin bangsa—bahkan pemimpin dunia—harus lahir dari Kabupaten Sukabumi.
Pernyataan ini membuat sebagian hadirin tersenyum bangga, sementara sebagian lainnya mungkin bertanya dalam hati: Presiden, Perdana Menteri, sampai Sekjen PBB, semua dari Sukabumi? Yang benar saja, Pak.
Namun, gaya visioner semacam ini memang jadi karakter kuat sang Wabup. Menurutnya, dunia harus tahu bahwa Sukabumi tidak hanya jago dalam urusan pegunungan dan kuliner, tapi juga pencetak pemimpin kelas internasional.
Larangan Baru: Siswa SD–SMP Dilarang Bawa Kendaraan, Titik.
Di tengah sambutannya, Andreas mendadak berubah nada: tegas, lugas, tanpa diskon.
Ia memperingatkan para kepala sekolah baru agar melarang keras siswa SD hingga SMP membawa kendaraan ke sekolah.
“Dengan alasan apapun, jangan ada yang membawa kendaraan. Mana ada siswa SD dan SMP punya SIM?” tegasnya. Sebuah pertanyaan retoris yang langsung memukul logika umum: benar juga, Pak.
Pesan ini dianggap penting karena kasus pelajar di bawah umur membawa motor kerap muncul di Sukabumi, seolah SIM bisa diperoleh dari gacha atau program loyalti minimarket.
No More Bullying: “Ini Miris Sekali”
Andreas juga menyoroti persoalan bullying yang masih menghantui dunia pendidikan di Sukabumi. Ia meminta seluruh kepala sekolah untuk memastikan lingkungan belajar bebas dari kekerasan fisik maupun verbal.
“Jangan ada lagi kasus bullying. Ini miris sekali,” katanya. Pesan yang sederhana tetapi seringkali diabaikan, mungkin karena banyak orang lupa bahwa sekolah bukan arena battle royale.
“Kepala Sekolah Itu Guru, dan Guru Penentu Nasib Bangsa”
Sebagai penutup, sang Wabup mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administrasi. “Kepala sekolah sejatinya adalah guru, dan guru adalah penentu nasib bangsa di masa depan,” ujarnya.
Dengan pesan visioner, sedikit satir alami, dan segudang harapan besar, Andreas mengembalikan sorotan pada dunia pendidikan Sukabumi. Tinggal sekarang para kepala sekolah membuktikan: apakah prediksi sang Wabup hanya akan menjadi kutipan motivasi, atau benar-benar melahirkan pemimpin dunia dari kaki Gunung Gede.
Tonton Videonya Disini : Wakil Bupati: Kedepan Para Pemimpin Bangsa Bahkan Dunia Harus Dari Didikan Kepala Sekolah Sukabumi
