MillionBrainHub.com – Dengan gaya khasnya yang tenang namun penuh kode keras, Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda kembali menyuarakan harapan yang sedang hangat diperbincangkan: Ia meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk segera berkunjung ke Kota Sukabumi—lebih cepat lebih baik, lebih lama lebih afdol.
Baca juga : Sarana Air Bersih Cimahi Citangelar Surade Resmi Aktif
Di podcast Kang Wanju menegaskan bahwa Sukabumi adalah kota terbaik nomor satu dalam belanja anggaran daerah. “Karena itu, tolonglah, Pak Purbaya, jangan sampai anggaran kami dipotong. Masyarakat sangat membutuhkan untuk pembangunan,” ujarnya sambil tersenyum, senyum yang di dunia politik biasanya berarti: ini serius.
Permintaan itu menjadi sorotan karena dibingkai dengan gaya khas pejabat Sukabumi yang percaya diri. Bagaimana tidak, predikat “juara belanja anggaran” selalu menjadi kebanggaan—meski warganet biasanya hanya mengangguk sambil bertanya-tanya, “Belanjanya di mana?”
Panja Wakaf Kota Sukabumi: Dukung Program Wali, Tapi…
Tak hanya soal kunjungan menteri, Kang Wanju juga menyinggung isu yang sedang naik daun: Panja Wakaf Kota Sukabumi. Menurutnya, program wakaf yang dicanangkan Wali Kota adalah langkah baik dan patut didukung. Namun, ada satu catatan yang ia titipkan dengan halus tapi tajam.
“Programnya baik, tetapi nadzir atau pengelola wakaf jangan sampai dimonopoli oleh Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa,” ucapnya. Ia menyebut bahwa masyarakat sudah mengetahui yayasan tersebut memiliki kedekatan dengan Wali Kota.
Kang Wanju menambahkan, menurut pandangan publik, perubahan akta yayasan sebelum pelantikan Wali Kota berpotensi menimbulkan conflict of interest. Tentu, semua itu masih sebatas persepsi publik yang berkembang—dan Kang Wanju hanya menyampaikan bahwa pemerintah harus mengantisipasi potensi polemik.
Sukabumi dan PR Politiknya
Pernyataan-pernyataan ini membuat dinamika politik kota semakin menarik. Publik menunggu apa tanggapan dari pihak Pemkot. Apakah klarifikasi? Apakah konferensi pers? Atau cukup unggahan Instagram dengan senyum dan payung tagline “Sukabumi Menjawab”?
Yang jelas, Kang Wanju tampak serius ingin menjaga marwah kota sekaligus memastikan anggaran tidak tersenggol kebijakan pusat. Bagaimanapun juga, bagi politisi, menjaga anggaran sama pentingnya dengan menjaga elektabilitas.
Sampai Menteri Purbaya benar-benar datang, Sukabumi pun terus menanti—siapa tahu, kedatangan beliau membawa kabar baik: anggaran aman, pembangunan jalan lancar, dan isu wakaf kembali teduh seperti udara pagi di kaki Gunung Gede.
Tonton Video Podcast Disini : Pak Purbaya Tolong Bedakan Kota Kami Dengan Yang Lain! & Pak Ayep Pengelola Wakaf Jangan Dimonopoli!
