MillionBrainHub.com – Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, mengungkapkan keresahannya terkait munculnya Musda tandingan yang mengangkat Gilang Gusmana sebagai Ketua KNPI Kabupaten Sukabumi. Publik pun dibuat mengernyitkan dahi: jadi sekarang KNPI Sukabumi punya dua ketua?
Baca juga : Jadi Kades di Tengah Anggaran Rp1,2 Miliar
Fenomena ini muncul di tengah upaya Yandra yang baru saja dilantik pada November lalu dan mulai tancap gas menyusun strategi serta program kepemudaan. Fokus utamanya jelas: membantu pemerintahan daerah dalam pengembangan SDM pemuda Sukabumi.
Baru Dilantik, Langsung Kerja
Alih-alih sibuk urusan legitimasi, Yandra mengaku sejak awal sudah membangun komitmen bersama kepala daerah. Bahkan, meski harus menerima kenyataan pahit berupa pemangkasan anggaran hingga 50 persen, ia menegaskan bahwa anggaran bukan alasan untuk berhenti bergerak.
“Anggaran bukan soal utama. Kader KNPI itu militan dan kreatif,” kira-kira begitu pesan yang ingin disampaikan Yandra.
Ia mencontohkan, tak sedikit kegiatan KNPI yang tetap berjalan tanpa mengandalkan APBD Kabupaten Sukabumi. Kolaborasi, kreativitas, dan semangat gotong royong disebut menjadi “bahan bakar” utama organisasi kepemudaan ini.
Musda Tandingan dan Api Dualisme
Cerita mulai memanas ketika pembahasan beralih ke Musda sampingan. Menurut Yandra, dualisme KNPI di daerah bukan terjadi tiba-tiba, sebab di tingkat nasional pun konflik serupa masih terjadi.
Di sinilah keresahan itu muncul. Yandra menilai konflik berkepanjangan justru berpotensi mengorbankan pemuda.
“Bagaimana mau bicara Indonesia Emas 2045, kalau pemudanya dibiarkan berkonflik?” ujarnya.
Ia pun berharap Presiden Prabowo Subianto dapat segera turun tangan menyelesaikan dualisme KNPI secara nasional. Negara, menurutnya, harus hadir sebagai penengah, bukan sekadar penonton.
Bertemu Bupati, Ada Catatan Penting
Yandra juga mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan Bupati Sukabumi, Asep Japar. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sama-sama menyayangkan kehadiran Kepala Disbudpora pada Musda tandingan.
Fakta ini menambah daftar tanda tanya publik, sekaligus mempertegas bahwa polemik KNPI bukan sekadar urusan internal organisasi, melainkan sudah bersinggungan dengan etika pemerintahan.
Pemuda Jangan Jadi Korban
Di tengah hiruk-pikuk dualisme, Yandra kembali menegaskan satu hal: pemuda jangan dijadikan korban konflik struktural. Energi pemuda seharusnya diarahkan untuk inovasi, pembangunan, dan kontribusi nyata bagi daerah—bukan habis di ruang konflik.
Apakah Sukabumi akan punya satu KNPI yang solid, atau justru dua ketua dengan satu panggung yang sama? Waktu dan keberanian negara untuk hadir akan menjawabnya.
Tonton video podcast lengkap pernyataan Yandra Utama Santosa di sini












