Pendapatan Retribusi Wisata Periode 18-24 Mei Capai Rp16 Juta

Kantor dinas pariwisata foto ; istimewa
Kantor dinas pariwisata foto ; istimewa

SUKABUMI,MILLIONBRAINHUB.COM – Sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan tren positif dalam kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Paling baru, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi merilis laporan resmi mengenai perolehan retribusi dari enam destinasi wisata unggulan daerah. Selama periode sepekan, tepatnya sejak 18 hingga 24 Mei 2026, pemerintah daerah berhasil mengumpulkan total pendapatan retribusi hingga mencapai Rp16.015.000.

Enam Destinasi Penopang Pendapatan Daerah

Pemerintah mengoptimalkan penarikan retribusi ini dari enam objek wisata yang selama ini menjadi magnet utama bagi para pelancong. Keenam destinasi tersebut meliputi keindahan alam Pondok Halimun, eksotisme Pantai Minajaya, kemegahan Curug Cikaso, pesona Curug Sodong, kesejukan Cinumpang, hingga keunikan fenomena alam Geyser Cisolok.

Oleh karena itu, Dinas Pariwisata terus memantau pergerakan wisatawan di titik-titik tersebut guna memastikan target pendapatan daerah tercapai dengan maksimal.

Komitmen Transparansi Pemerintah

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa pihaknya memegang komitmen penuh dalam menjaga transparansi pengelolaan sektor pariwisata. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya besar pemerintah daerah dalam mewujudkan destinasi wisata yang tertib, nyaman, dan berkualitas bagi semua kalangan.

“Pendapatan retribusi periode 18 sampai 24 Mei 2026 adalah sebesar Rp16.015.000,” ujar Ali Iskandar melalui siaran pers di akun resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, Ali memaparkan rincian perolehan dari masing-masing destinasi secara gamblang. Berdasarkan data resmi, Curug Cikaso menjadi penyumbang terbesar dengan angka Rp4.140.000, yang kemudian diikuti oleh Curug Sodong sebesar Rp3.087.000. Sementara itu, Pondok Halimun menyusul dengan kontribusi sebesar Rp2.660.000, dan Geyser Cisolok mencatatkan angka Rp2.460.000. Destinasi lainnya, yaitu Pantai Minajaya dan Cinumpang, masing-masing menyumbang Rp540.000 dan Rp442.000.


Rincian Setoran dan Asuransi Wisatawan

Bukan hanya menarik retribusi tiket masuk, pengelola kawasan wisata juga memperhatikan faktor keselamatan pengunjung melalui komponen asuransi. Dari pendataan selama sepekan tersebut, petugas mencatat nilai asuransi wisatawan sebesar Rp2.686.000.

Selanjutnya, Ali menjelaskan mengenai pemotongan teknis dari total pendapatan kotor yang mereka terima di lapangan. Setelah melalui kalkulasi pembagian asuransi dan biaya operasional lainnya, uang yang murni masuk ke kas daerah adalah sebesar Rp13.329.000.

Destinasi WisataJumlah Retribusi
Curug CikasoRp4.140.000
Curug SodongRp3.087.000
Pondok HalimunRp2.660.000
Geyser CisolokRp2.460.000
Pantai MinajayaRp540.000
CinumpangRp442.000
Total RetribusiRp16.015.000

Lebih dari Sekadar Angka: Membangun Kepercayaan

Di sisi lain, Ali menilai capaian finansial ini memiliki makna yang jauh lebih dalam bagi perkembangan pariwisata lokal. Baginya, angka belasan juta tersebut bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan sebuah cerminan nyata dari tingkat kepercayaan masyarakat dan wisatawan terhadap manajemen pariwisata di Kabupaten Sukabumi.

“Ini bukan sekadar angka retribusi, tetapi wujud kepercayaan, pelayanan, dan tanggung jawab bersama dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan,” tambah Ali dengan optimis.

Ajakan Menerapkan Sapta Pesona

Sebagai kesimpulan, Ali mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan untuk bahu-bahu merawat destinasi wisata yang ada. Ia menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Sapta Pesona secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari di area wisata. Penerapan ini mencakup sikap ramah kepada wisatawan, kepedulian tinggi terhadap kebersihan lingkungan, perilaku tertib dan sopan, jaminan rasa aman dan sehat, serta ketaatan penuh terhadap aturan maupun norma setempat.

“Karena wisata yang hebat bukan hanya tentang indahnya pemandangan, tetapi juga tentang budaya, pelayanan, dan sikap kita dalam menyambut setiap pengunjung,” pungkas Ali mengakhiri penjelasannya.

(Adv)

Jangan lupa tonton youtobe kami : Alasan Walikota Sukabumi Tidak Dipercaya Lagi Oleh Warganya Sendiri? RT RW Luapkan Keresahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *