SUKABUMI, MILLIONBRAINHUB.COM – Indonesia sukses mengukir sejarah pada tahun 2025. Pemerintah berhasil mempercepat target swasembada pangan nasional dari rencana awal empat tahun. Keberhasilan besar ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada kemandirian pangan, energi, dan air guna memperkuat kedaulatan negara di tengah ketidakpastian global.
Sukabumi Jadi Aktor Utama di Panggung Nasional
Kabupaten Sukabumi mengambil peran krusial dalam pencapaian gemilang tersebut. Berkat potensi pertanian yang melimpah, wilayah ini sukses menyabet peringkat kedua nasional dalam peningkatan produksi padi. Prestasi tersebut bahkan mengantarkan Bupati Sukabumi meraih penghargaan tertinggi Satyalencana Bidang Pertanian langsung dari Presiden RI.
Baca juga : Meski Disertai Catatan Perbaikan, DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Namun, mempertahankan prestasi jauh lebih sulit daripada meraihnya.
Pemerintah daerah menyadari adanya tantangan nyata yang mengancam sektor ini. Alih fungsi lahan yang masif, lambatnya regenerasi petani muda, serta fluktuasi pendapatan petani menjadi hantu yang menakutkan. Oleh karena itu, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menyusun strategi agar produksi pangan tidak merosot di masa depan.
Inovasi “SANGKURIANG” Sebagai Jawaban
Sebagai langkah konkret, Dinas Pertanian meluncurkan sebuah inovasi perubahan bernama SANGKURIANG (Strategi Swasembada Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan).
Inovasi ini mengintegrasikan empat pilar strategis, yaitu:
- Produksi Terfokus: Mengarahkan komoditas sesuai keunggulan wilayah.
- Optimalisasi SDM & Lahan: Memaksimalkan potensi petani dan lahan yang tersedia.
- Manajemen Rantai Pasok: Memotong jalur distribusi demi efisiensi pasar.
- Keberlanjutan Ekonomi & Ekologi: Menjaga keseimbangan alam sekaligus kesejahteraan petani.
Langkah Nyata di Lapangan
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Sukabumi telah menyiapkan peta jalan yang taktis. Pemerintah daerah kini tengah fokus membentuk lima kawasan komoditas unggulan, yang meliputi padi, hortikultura, singkong, kopi, dan kelapa. Selain itu, dibentuk pula Satuan Tugas Swasembada Pangan Berkelanjutan guna memperkuat regulasi anti-alih fungsi lahan sawah, terutama di wilayah Ciemas.
Tidak hanya berjalan sendiri, Sukabumi juga bersinergi dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi. Program normalisasi irigasi, pembagian benih unggul, serta modernisasi alat mekanisasi pertanian terus digenjot secara masif di setiap wilayah.
Capaian Kinerja Pertanian Kabupaten Sukabumi (Hingga Juni 2026)
| Indikator Performa | Capaian Riil |
| Luas Tambah Tanam (LTT) Padi | 91.646 Hektare |
| Luas Tambah Panen | 121.610 Hektare |
| Indeks Pertanaman (IP) | 2,71 kali dalam setahun |
| Angka Produktivitas Padi | 5,8 Ton per Hektare |
Melalui kombinasi data yang impresif dan strategi SANGKURIANG yang matang, Kabupaten Sukabumi optimis mampu menjaga ketahanan pangan lokal sekaligus menjadi benteng swasembada pangan yang kokoh bagi Indonesia.
Jangan lupa tonton youtube kami tentang : TERPANCING EMOSIBaku Hantam Sebelum Naik Octagon – SUKABUMI NYERENTENG VOL 2











