Kadistan Sepakat Petani Sukabumi Jangan Lagi Terjebak Sistem Ijon

Bupati asep jafar dan kepala dinas pertanian sukabumi foto : istmewa
Bupati asep jafar dan kepala dinas pertanian sukabumi foto : istmewa

SUKABUMI, MILLIONBRAINHUB.COM – Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengambil langkah tegas untuk memperkuat ekosistem pertanian daerah. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menyatakan kesepakatan penuh terhadap instruksi Bupati Sukabumi, Asep Japar. Pemerintah daerah meminta para petani lokal untuk menghentikan kebiasaan menjual hasil panen melalui sistem ijon. Selama ini, sistem tengkulak tersebut terbukti kerap merugikan pihak petani secara finansial.

Sebagai langkah konkret, Bupati Asep Japar memperkenalkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kehadiran koperasi ini menjadi salah satu solusi strategis pemerintah. Lembaga ini bertugas menjaga stabilitas harga gabah di tingkat bawah. Selain itu, koperasi tersebut memiliki misi besar untuk memperkuat fondasi perekonomian para petani di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.

Baca juga : Laut Dijaga, Tradisi Dilestarikan: Hari Nelayan ke-66 Meriah di Palabuhanratu


Koperasi Sebagai Penjaga Stabilitas Harga

Saat menghadiri kegiatan panen padi di lahan Kelompok Nanjung Tani, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas pada Senin (25/5/2026), Bupati menyampaikan pandangan optimistisnya. Ia menilai koperasi bisa memutus rantai tengkulak yang merugikan.

“Kalau koperasi sudah terbentuk, petani bisa menjual hasil panennya ke koperasi dengan harga yang bagus dan memuaskan. Jangan sampai hasil pertanian kita dibawa keluar daerah,” ujar Asep Japar di hadapan para petani.

Dinas Pertanian juga menilai wilayah Ciemas memiliki potensi agraris yang sangat luar biasa. Sektor pertanian di daerah ini mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat luas. Berdasarkan data produktivitas terbaru, hasil pertanian lokal bahkan sangat mencukupi untuk menyuplai program-program strategis berskala besar.


Menopang Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Secara khusus, pemerintah daerah melihat peluang besar dalam program nasional. Hasil panen dari Ciemas dinilai sangat layak untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sukabumi. Bupati berharap penuh agar petani lokal mengambil peran sebagai pemasok utama beras bagi dapur-dapur MBG.

Pemerintah daerah tidak ingin program besar tersebut justru menguntungkan pihak luar. Optimalisasi potensi lokal harus menjadi prioritas utama demi kesejahteraan masyarakat sendiri.

“Jangan sampai dapur MBG membeli beras dari luar daerah. Kita ingin hasil tani masyarakat bisa diserap di Sukabumi sendiri,” tandas Bupati dengan tegas.


Target Kemandirian Pangan Berkelanjutan

Melalui sinergi kuat antara penguatan koperasi desa dan optimalisasi potensi lahan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis menatap masa depan. Mereka memasang target besar untuk menciptakan kemandirian pangan yang kokoh. Langkah ini sekaligus menjadi strategi utama dalam meningkatkan kesejahteraan hidup para petani secara berkelanjutan dan merata.

Dinas Pertanian juga berjanji akan terus mengawal pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di berbagai kecamatan. Pemerintah akan memberikan pendampingan teknis dan modal awal agar koperasi mampu menyerap gabah petani dengan cepat. Dengan demikian, petani Sukabumi tidak perlu lagi bergantung pada modal dari para spekulan tanah.

Adv

Jangan lupa tonton youtobe kami : Alasan Walikota Sukabumi Tidak Dipercaya Lagi Oleh Warganya Sendiri? RT RW Luapkan Keresahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *