SUKABUMI, MILLIONBRAINHUB.COM — Sektor ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sukabumi mendapat suntikan energi baru. Sebanyak 90 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terpilih masuk dalam Program UMKM Naik Kelas Tahun 2026. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Melalui program tersebut, para peserta akan menjalani masa pendampingan intensif selama empat bulan ke depan. Langkah nyata ini bertujuan untuk mendongkrak kapasitas usaha dan daya saing produk lokal di pasaran.
Pendampingan Ketat dan Sentuhan Teknologi
Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, meresmikan langsung dimulainya kegiatan ini melalui acara Kickoff di Aula PKK Kabupaten Sukabumi pada Kamis (11/6/2026). Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menjelaskan bahwa para peserta merupakan pelaku usaha terbaik hasil seleksi ketat.
“Mereka akan dibina agar usahanya tumbuh selama empat bulan,” ujar Sri Hastuty optimis.
Baca juga : Donor Darah Rutin Triwulan II, Kecamatan Cicurug Libatkan Lintas Instansi untuk Aksi Kemanusiaan
Selain itu, Sri Hastuty menerapkan strategi pengawasan yang sangat ketat untuk memastikan keberhasilan program. Panitia menerjunkan seorang konsultan pendamping khusus untuk mengawal dan membimbing setiap tiga pelaku UMKM secara intensif. (Kalimat Panjang 1)
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga meluncurkan Program Motekar yang melibatkan 30 pelaku usaha. Motekar merupakan akronim dari Mandiri dengan Optimalisasi Teknologi Secara Terarah. Program prioritas ini fokus mengarahkan para pelaku usaha agar mampu menguasai pemanfaatan teknologi digital serta memperluas jaringan bisnis.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Daerah
Sementara itu, Bupati H. Asep Japar menegaskan bahwa program ini menjadi bukti komitmen kuat pemerintah. Ia memandang sektor UMKM sebagai pilar utama penopang perekonomian daerah. Pertumbuhan sektor ini akan membuka banyak lapangan kerja baru bagi warga Sukabumi.
“Dengan pelatihan ini, kami punya goal agar pelaku usaha mikro bertumbuh menjadi kecil, usaha kecil menjadi menengah,” ungkap Asep Japar.
Oleh karena itu, pemerintah merancang program ini untuk mempercepat akselerasi bisnis lewat berbagai kemudahan akses. Peserta bisa menikmati fasilitas peningkatan kualitas SDM hingga strategi pemasaran digital yang modern.
Pada akhirnya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap program ini melahirkan banyak pengusaha tangguh. Dampak positifnya, pelaku usaha lokal diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar dan menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan.
Adv
Jangan lupa video youtube kami : Lembur Pakuan Ada Di Sukabumi? Kades Ganteng Buktikan Desa Bisa Mandiri Tanpa Berpaku Pada Anggaran!











