Akuntan SPPG : Saya Diminta Berhenti Oleh Mitra Yayasan

Fina Alsifa Fauziah, Akuntan SPPG Lembur Situ 2

MillionBrainHub.com – Dunia akuntansi dapur kembali menghadirkan drama yang tak kalah panas dari wajan penggorengan. Seorang akuntan bernama Fina mengaku kaget setelah tiba-tiba diminta mengundurkan diri dari posisinya di SPPG Lembur Situ 2, padahal sejak awal ia merasa bekerja sesuai prosedur. Pertanyaannya: memang bisa karyawan BGN diminta resign mendadak oleh Mitra Yayasan?

Baca juga : Tak Anti Kritik, Wabup Sukabumi Andreas: “Kami Terus Pantau Masukan Warga, Termasuk dari Medsos”

Polemik Beras 1 dan Beras 2

Masalah bermula dari perincian laporan stok beras. Fina memisahkan pencatatan antara stok gudang dan pembelian PO agar lebih transparan. Namun menurut pihak yayasan, pencatatan tersebut dianggap keliru karena seharusnya digabung dalam satu kategori saja untuk laporan ke BGN.

Padahal, menurut Fina, sistem tersebut sudah digunakan sebelumnya dan tidak pernah dipermasalahkan, bahkan sejak Desember 2025. Perubahan sikap baru muncul setelah admin dapur berganti.

Lebih mengejutkan lagi, dalam percakapan tersebut sempat disebut-sebut kekhawatiran jika suatu hari diperiksa KPK. Fina justru merasa siap menjawab jika memang ada pertanyaan. Namun ia disebut “terlalu polos, terlalu jujur, dan terlalu baik”.

Sebuah kritik karakter yang jarang masuk dalam standar audit akuntansi.

Dari Dipindahkan, Berujung Diminta Resign

Beberapa hari setelah percakapan tersebut, akuntan baru tiba-tiba datang ke dapur SPPG Lembur Situ 2, padahal Fina belum menyetujui pemindahan apa pun. Padahal ia mengaku telah memiliki SK resmi dari BGN.

Tak lama kemudian, pesan WhatsApp datang: Fina diminta mengajukan surat pengunduran diri agar bisa masuk ke “alur akunting baru”.

Di sinilah publik mulai bertanya: jika dipindahkan, mengapa harus mengundurkan diri? Dan jika memang ingin mengganti posisi, mengapa bukan mekanisme evaluasi resmi yang ditempuh?

Dugaan Intervensi dan Isu “Orang Titipan”

Drama belum berhenti. Beredar kabar di lingkungan dapur bahwa akuntan baru diduga masuk melalui jalur tertentu. Bahkan nama aparat setempat sempat disebut dalam bisik-bisik internal.

Belum sempat publik mencerna isu tersebut, muncul kabar lain: akuntan baru yang masuk pada 1 Februari 2026 diduga membawa kabur uang petty cash sebesar Rp1,6 juta setelah tiga hari bekerja.

Dua hari kemudian, datang lagi akuntan baru lainnya.

Rotasi cepat ala kursi panas ini menimbulkan pertanyaan besar soal tata kelola internal.

Antara Profesionalisme dan Tekanan

Kasus ini memperlihatkan satu ironi: ketika transparansi dianggap kesalahan, dan kejujuran justru dikhawatirkan.

Apakah ini sekadar miskomunikasi internal? Atau ada persoalan tata kelola yang lebih besar?

Yang jelas, polemik ini menjadi pengingat bahwa dalam pengelolaan dapur program apa pun, akuntabilitas bukan sekadar angka di laporan. Ia menyangkut nasib orang yang bekerja di baliknya.

Tonton video lengkapnya disini : PRABOWO HARUS TONTON ❗ Akuntan Jujur Bongkar Keuangan Dapur MBG, Mark Up Terjadi Setiap Hari?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *