Gilang Gusmana Jawab Isu Memperebutkan “Dana Hibah” KNPI

Gilang Gusmana, Ketua KNPI Kab Sukabumi

MillionBrainHub.com – Dunia kepemudaan Kabupaten Sukabumi kembali menghangat. Gilang Gusmana, yang terpilih sebagai Ketua KNPI Kabupaten Sukabumi hasil Musda 27 Desember 2025, akhirnya buka suara. Dalam obrolan santai bersama kami, Gilang menanggapi isu yang sejak awal beredar: benarkah menjadi Ketua KNPI hanya demi dana hibah?

Baca juga : Sigit Widarmadi Ungkap Proses Kenaikan UMK dan UMSK 2026 Kabupaten Sukabumi, Ini Besaran Resminya

Pertanyaan itu dilontarkan lugas, tanpa basa-basi. Namun jawabannya justru bikin suasana mencair.

“Kalau cuma mau dana hibah, ngapain repot-repot?” ujar Gilang sambil tersenyum.

Musda Ganda dan Isu Lama yang Diulang

Tak bisa dipungkiri, publik juga masih mengingat Musda sebelumnya yang menetapkan Yandra Utama Santosa sebagai Ketua KNPI Kabupaten Sukabumi. Kondisi ini memicu polemik, bahkan tak sedikit yang menilai dinamika KNPI hari ini hanya berputar pada perebutan legitimasi dan… hibah.

Namun menurut Gilang, anggapan itu terlalu remeh-temeh.

“Kalau kepengurusan KNPI cuma diukur dari besar kecilnya dana hibah, itu justru menunjukkan paradigma lama yang harus diubah,” tegasnya.

Paradigma Baru KNPI: Jangan Cuma Nunggu Hibah

Gilang menilai, selama ini PK KNPI di tingkat kecamatan seolah diposisikan hanya sebagai “penerima hibah rutin” dengan nilai yang relatif kecil dan terbatas ruang geraknya. Padahal, kata dia, ada banyak jalan lain yang bisa ditempuh.

Salah satunya: masuk ke Musrenbang Kecamatan.

“Sudah saatnya PK KNPI ikut menyusun program, lalu dimasukkan dalam Musrenbang. Kalau programnya masuk, otomatis bisa didanai APBD. Jadi bukan cuma nunggu hibah,” jelasnya.

Pernyataan ini sekaligus menyentil kebiasaan lama yang dianggap stagnan. Satirnya, pemuda sering diminta kreatif, tapi jalur formalnya jarang dibuka lebar.

OKP Didukung Terima Hibah Langsung, Tapi Ada Syarat

Tak berhenti di situ, Gilang juga mendorong OKP-OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) agar lebih mandiri. Ia bahkan tak mempermasalahkan jika OKP menerima dana hibah secara langsung.

Asal satu hal: jelas organisasinya, jelas programnya.

“Kalau OKP-nya hidup, kegiatannya nyata, dan administrasinya beres, kenapa tidak?” ujarnya.

Pernyataan ini seolah menjadi pesan tersirat bahwa persoalan bukan pada dana, tapi pada cara berpikir dan pengelolaannya.

KNPI Tak Mau Dikotakkan

Di akhir perbincangan, Gilang menegaskan bahwa kepengurusannya tidak ingin KNPI terus dikotakkan sebatas isu kepemudaan seremonial.

“KNPI harus bergerak di banyak sektor. Sosial, ekonomi, kewirausahaan, bahkan ikut membantu arah pembangunan daerah,” katanya.

Baginya, pemuda bukan sekadar pelengkap proposal, tapi mitra strategis pembangunan.

Jadi, Cuma Soal Hibah?

Jawabannya jelas: tidak sesederhana itu. Jika masih ada yang menilai KNPI hanya soal hibah, mungkin yang perlu direvisi bukan kepengurusannya, tapi sudut pandangnya.

Tonton video keseruannya di sini dan nilai sendiri bagaimana Gilang Gusmana menjawab semua isu dengan gaya santai tapi menohok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *