SUKABUMI, MillionBrainHub.com – Menjelang perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156, Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali melirik Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu “mesin penggerak” agar rangkaian acara tidak sekadar ramai di spanduk, tetapi juga hidup di lapangan.
Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi saat menerima audiensi jajaran pengurus KEK di Pendopo Sukabumi, Rabu (22/7/2026).
Menurut Sekda, KEK memiliki posisi strategis dalam menyukseskan berbagai agenda pemerintah daerah, terutama rangkaian kegiatan HJKS ke-156 yang dalam waktu dekat akan digelar.
“Komite Ekonomi Kreatif bisa turut berperan dalam pelaksanaan rangkaian HJKS,” ujarnya.
Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi seremonial. Setidaknya, menurut pemerintah, sejumlah agenda daerah sebelumnya dinilai berhasil berkat keterlibatan para pelaku ekonomi kreatif.
“Pasca dikukuhkan oleh Pak Bupati, KEK ini tidak diam. Bahkan berbagai kegiatan Pemda banyak yang sukses berkat kerja sama dengan KEK,” katanya.
Jangan Hanya Jadi Pengisi Acara
Namun pertanyaannya, apakah ekonomi kreatif hanya akan hadir setiap kali pemerintah membutuhkan kemeriahan acara?
Sebab jika kreativitas anak muda hanya dipanggil saat festival berlangsung, sementara setelah panggung dibongkar mereka kembali berjalan sendiri-sendiri, maka yang tumbuh mungkin hanya dokumentasi media sosial, bukan ekosistem ekonomi kreatif.
Karena itu, Sekda meminta KEK tidak berhenti pada urusan event semata. Organisasi tersebut didorong memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak agar sektor ekonomi kreatif benar-benar menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jalinlah kolaborasi sepuas-puasnya demi bertumbuhnya ekonomi kreatif di Kabupaten Sukabumi. Apalagi di dalam KEK ini banyak anak muda yang pasti memiliki inovasi luar biasa,” ungkapnya.
Kalimat “sepuas-puasnya” tentu menarik. Sebab kolaborasi memang mudah diucapkan, tetapi sering kali mentok ketika berhadapan dengan birokrasi, pendanaan, hingga akses pasar. Di titik inilah kreativitas membutuhkan lebih dari sekadar tepuk tangan.
KEK Klaim Sudah Bergerak
Sementara itu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Sukabumi, Iwan Sunarya, menjelaskan bahwa KEK memiliki mandat untuk membantu pemerintah dalam merumuskan, mendorong, sekaligus mempromosikan program pengembangan ekonomi kreatif.
Menurutnya, organisasi tersebut juga bertugas melakukan pendataan terhadap pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Sukabumi.
“Kami di Komite Ekonomi Kreatif memiliki tugas merumuskan, mendorong, dan membuat program terkait pengembangan ekonomi kreatif, termasuk pendataan pelaku ekonomi kreatif,” jelas Iwan.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini sekitar 1.500 pelaku ekonomi kreatif telah berhasil didata. Selain itu, KEK juga telah terlibat dalam berbagai kegiatan promosi daerah bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
“Sekitar 1.500 pelaku ekonomi kreatif telah terdata. Termasuk berbagai event bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
PR Besarnya: Setelah Pesta Usai, Apa yang Tersisa?
Momentum HJKS memang penting sebagai ajang promosi daerah. Namun ukuran keberhasilan ekonomi kreatif tidak berhenti pada ramainya panggung hiburan atau banyaknya stan UMKM yang berdiri selama beberapa hari.
Yang lebih penting adalah apakah setelah perayaan usai, pelaku ekonomi kreatif memperoleh akses pasar yang lebih luas, peningkatan pendapatan, hingga peluang usaha yang berkelanjutan.
Sebab ekonomi kreatif sejatinya bukan sekadar meramaikan perayaan ulang tahun daerah. Ia seharusnya menjadi strategi jangka panjang agar kreativitas masyarakat tidak hanya menjadi dekorasi acara pemerintah, melainkan benar-benar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi.
Tonton juga : DARIPADA TAWURAN❗Mereka Memutuskan Bertarung Di Ring Octagon! – SUKABUMI NYERENTENG VOL 2
