Limbah Padi Sukabumi Siap Naik Kelas Jadi Energi Masa Depan

PLN IP UBP JPR menyambut inovasi Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi, BRIN, serta Greenery Inc Korea Selatan.

MillionBrainHub.com – Jika selama ini limbah padi hanya berakhir dibakar atau ditumpuk di sawah, kini ceritanya mulai berubah. PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu (PLN IP UBP JPR) resmi menyambut positif gagasan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mengubah limbah pertanian menjadi bagian dari solusi energi dan iklim—bukan sekadar wacana hijau di atas kertas.

Baca juga : Forum Jemari Sukabumi 2025, Riset & Inovasi Bukan Lagi Wacana

Kolaborasi ini melibatkan Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mitra internasional Greenery Inc. dari Korea Selatan. Tujuannya jelas: mendorong pertanian rendah karbon melalui pemanfaatan biomassa limbah padi menjadi pelet energi, penerapan Digital MRV (Measurement, Reporting, and Verification), serta penguatan program mitigasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Triple Helix Bukan Sekadar Istilah Seminar

Inisiatif riset ini menjadi bukti nyata bahwa konsep Triple Helix—kolaborasi pemerintah, akademisi, dan industri—tidak harus berhenti di slide presentasi. Proyek ini lahir dari penguatan jejaring riset dalam Forum JEMARI Sukabumi 2025, dan diposisikan sebagai solusi adaptif atas tantangan pembangunan berkelanjutan di sektor energi dan pangan.

Singkatnya, Sukabumi tidak ingin hanya menjadi penonton perubahan iklim global—tapi ikut menyiapkan strategi bertahan, bahkan mengambil peluang.

Limbah Padi, Dari Masalah Jadi Bahan Bakar

Dalam penyerahan Letter of Intent (LOI) Kolaborasi Riset Internasional, Wakil Bupati Sukabumi Andreas, SE, menegaskan pentingnya riset sebagai fondasi kebijakan daerah.

“Kabupaten Sukabumi menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan iklim, bencana hidrometeorologi, hingga dinamika ekonomi lokal. Kerja sama riset ini menjadi langkah konkret agar kebijakan tidak sekadar berdasarkan intuisi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan PLN Indonesia Power dan mitra internasional seperti Greenery Inc. adalah langkah strategis untuk memastikan inovasi yang dihasilkan tidak hanya canggih, tetapi juga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat—terutama petani.

PLN IP: Energi Hijau Harus Punya Nilai Tambah

Menanggapi hal tersebut, Bowo Pramono, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Jabar 2 Pelabuhan Ratu, menegaskan komitmen penuh perusahaan.

“Pemanfaatan biomassa limbah padi ini sejalan dengan komitmen kami dalam transisi energi berkelanjutan. Ini bukan hanya soal listrik hijau, tapi juga ekonomi sirkular dan pembangunan Sukabumi yang lebih ramah lingkungan,” tegasnya.

PLN IP UBP JPR pun telah memberikan persetujuan formal dan siap melanjutkan ke tahap pembahasan teknis operasional. Artinya, proyek ini tidak berhenti di seremoni—karena perubahan nyata memang butuh eksekusi.

Digital MRV dan Peluang Kredit Karbon untuk Petani

Fokus riset mencakup kajian rantai pasok dan potensi teknis sekam dan jerami padi, yang jumlahnya melimpah di Sukabumi. Dengan teknologi dari mitra Korea Selatan, limbah tersebut akan diolah menjadi pelet bioenergi yang berpotensi menggantikan sebagian bahan bakar fosil di pembangkit listrik.

Tak hanya itu, proyek ini juga mengembangkan sistem Digital MRV sektor pertanian—sebuah teknologi penting untuk menghitung emisi secara akurat dan transparan. Sistem ini membuka peluang baru bagi petani untuk masuk ke skema ekonomi sirkular dan bahkan pasar kredit karbon sukarela. Ya, bertani bisa sekaligus berkontribusi pada iklim dan pendapatan.

Menuju Pertanian Netral Karbon, Bukan Sekadar Janji

Dengan sinergi antara kebijakan daerah, kapasitas riset BRIN, dukungan industri PLN Indonesia Power, dan teknologi internasional, proyek ini diharapkan menghasilkan lebih dari sekadar laporan riset. Targetnya mencakup lapangan kerja lokal, perbaikan lingkungan, hingga kontribusi nyata menuju Netralitas Karbon Pertanian Indonesia.

Dan jika semua berjalan sesuai rencana, Sukabumi mungkin akan dikenal bukan hanya karena sawahnya—tetapi karena berhasil mengubah limbah padi menjadi simbol masa depan energi bersih.

Tonton juga : Banyak Harta Karun Di Daerah Ini! Butuh Kolaborasi, Riset dan Inovasi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *