Masjid di Gerbang Geopark Ciletuh Diharap Membesar, Camat Simpenan Titip Asa di Muhibah Ramadan

Camat Simpenan, Supendi, saat menyuarakan keinginan masyarakat di Masjid Besar Al-Misbahul Huda Kampung Selakopi, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan. |Foto: Istimewa
Camat Simpenan, Supendi, saat menyuarakan keinginan masyarakat di Masjid Besar Al-Misbahul Huda Kampung Selakopi, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan. |Foto: Istimewa

SIMPENAN – Harapan itu meluncur hangat di antara lantunan doa dan kebersamaan Ramadan. Camat Simpenan, Supendi, menyuarakan keinginan masyarakat agar Masjid Al-Misbahul Huda di Kampung Selakopi, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, dapat berdiri lebih besar dan representatif.

Harapan tersebut disampaikan saat Muhibah Ramadan keempat yang digelar di Masjid Al-Misbahul Huda, Selasa (3/3/2026). Dalam suasana yang penuh kekhidmatan, Supendi menyebut nama masjid itu bukan sekadar identitas, tetapi doa yang harus diwujudkan.

Baca juga : Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Tim EVRAN BPKP Provinsi Jawa Barat Evaluasi Perencanaan Sukabumi

“Sesuai namanya Masjid Besar, bangunan Masjid Al-Misbahul Huda ini menjadi besar,” ungkapnya.

Bukan tanpa alasan. Masjid ini berada tepat di pintu gerbang kawasan Geopark Ciletuh, destinasi wisata unggulan yang kerap disinggahi wisatawan lokal maupun mancanegara. Tak sedikit pelancong yang berhenti untuk menunaikan salat, beristirahat, bahkan sekadar melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan menikmati keindahan alam selatan Sukabumi.

Menurut Supendi, posisi strategis tersebut menjadikan Masjid Al-Misbahul Huda bukan hanya pusat ibadah warga, tetapi juga wajah pertama yang menyambut tamu di kawasan wisata kebanggaan Sukabumi itu.

“Mudah-mudahan di momen Muhibah Ramadan ini, harapan masyarakat Masjid Al-Misbahul Huda bangunannya dapat menjadi besar sesuai namanya,” tuturnya penuh harap.

Ia pun menitipkan aspirasi itu kepada jajaran pimpinan daerah yang hadir, agar ke depan masjid tersebut dapat berkembang menjadi masjid besar yang layak, nyaman, dan membanggakan.

“Semoga wakil bupati dan Pak Sekda dapat mewujudkan harapan masyarakat Simpenan,” tambahnya.

Muhibah Ramadan bukan hanya agenda seremonial. Di Simpenan, ia menjelma ruang dialog, tempat doa bertemu harapan, dan harapan bertemu komitmen.

Dari sebuah masjid di gerbang geopark, asa masyarakat mengalir agar rumah ibadah mereka tumbuh seiring tumbuhnya kawasan yang kian dikenal dunia.

Adv

Jangan lupa tonton youtube terbaru kami : BUPATI MEMINTA MAAF Jalan Masih Banyak Yang Rusak! Saya Tidak Lupa Dengan Janji Kampanye Saya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *