Ngalongok Dulur di Lembur, Asep Japar Belanja Masalah

Ngalongok Dulur Di Lembur, Lokasi Start DI PLUT Cikembar

MillionBrainHub.com – Kalau biasanya pejabat keliling menggunakan kendaraan dinas dengan AC yang adem dan kaca tertutup rapat, kali ini ceritanya sedikit berbeda.

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156, Bupati Sukabumi Asep Japar bersama jajaran pemerintahan Kabupaten Sukabumi kembali turun langsung menyusuri wilayah dari utara hingga selatan.

Baca juga : Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Sukabumi Ngapain Saja? Ternyata Ada 21 Subsektor

Kegiatan tahunan bertajuk “Ngalongok Dulur di Lembur” ini bukan sekadar konvoi naik motor sambil menikmati pemandangan Sukabumi.

Justru, kalau hanya untuk jalan-jalan, tentu bisa memilih rute yang jalannya mulus dan pemandangannya Instagramable.

Namun kali ini rombongan sengaja menyusuri berbagai wilayah untuk “belanja masalah”. Istilahnya sederhana: melihat langsung persoalan masyarakat, mendengar keluhan warga, sekaligus mengecek kondisi pembangunan di lapangan.

Rombongan memulai perjalanan dari PLUT Cikembar, kemudian bergerak menuju wilayah selatan Kabupaten Sukabumi hingga Ujung Genteng.

Motor pun menjadi kendaraan pilihan untuk kegiatan tersebut. Maklum, dengan menggunakan motor, rombongan bisa lebih mudah masuk ke wilayah-wilayah yang mungkin tidak terlalu ramah untuk kendaraan besar.

Dan di sinilah cerita sebenarnya dimulai.

Dari Jalan Rusak Sampai Sembako Murah

Dalam perjalanan, rombongan tidak hanya melintas begitu saja. Sejumlah titik menjadi lokasi untuk melihat kondisi masyarakat dan pembangunan secara langsung.

Di wilayah Jampang Tengah, misalnya, digelar kegiatan bakti sosial dan festival bonsai.

Antusiasme masyarakat pun terlihat. Tidak sedikit warga yang rela antre untuk mendapatkan sembako murah.

Tetapi ada satu hal yang menarik.

Bagi sebagian warga, kehadiran Bupati Sukabumi bukan hanya kesempatan untuk mendapatkan sembako murah. Ini juga menjadi momen langka untuk bisa berbincang langsung dengan kepala daerah.

Ya, kadang masyarakat tidak membutuhkan forum yang terlalu resmi.

Cukup bertemu, salaman, kemudian menyampaikan, “Pak, jalan di kampung kami kumaha?”

Pertanyaan sederhana, tetapi jawabannya tentu tidak sesederhana itu.

Sebab persoalan di Kabupaten Sukabumi bukan hanya satu-dua titik. Wilayahnya luas, desanya banyak, dan kebutuhan infrastrukturnya juga tidak sedikit.

Rutilahu Ikut Dicek

Perjalanan “Ngalongok Dulur di Lembur” juga diwarnai dengan kunjungan ke sejumlah titik rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Asep Japar bersama rombongan meninjau langsung kondisi rumah, proses pengerjaan, hingga masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

Dengan turun langsung seperti ini, pemerintah bisa melihat apakah program benar-benar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sebab di atas kertas, sebuah program bisa terlihat sangat sempurna.

Tetapi ketika turun ke lapangan, kadang ceritanya berbeda.

Ada rumah yang memang membutuhkan bantuan. Ada warga yang menunggu perbaikan. Dan ada pula pekerjaan yang perlu dipastikan kembali agar manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat.

Kalau Jalannya Mulus Semua, Namanya Bukan Sukabumi

Satu hal yang tidak bisa disembunyikan dalam perjalanan ini adalah kondisi infrastruktur.

Tidak semua jalan yang dilalui rombongan dalam kondisi mulus.

Ada ruas jalan yang masih membutuhkan perhatian dan perbaikan.

Namun justru kondisi seperti inilah yang menjadi salah satu alasan kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur penting dilakukan.

Karena kalau kepala daerah hanya melihat laporan dari meja kantor, jalan rusak mungkin hanya terlihat sebagai angka dalam dokumen.

Tetapi ketika dilalui langsung menggunakan motor, getaran jalannya terasa sampai pinggang.

Di sinilah persoalan pembangunan menjadi lebih nyata.

Bagi Asep Japar, persoalan infrastruktur tersebut menjadi salah satu fokus yang harus terus diperhatikan selama memimpin Kabupaten Sukabumi.

Dengan wilayah Kabupaten Sukabumi yang begitu luas, tentu pekerjaan rumahnya juga tidak sedikit.

Bukan Sekadar Konvoi

Kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur 2026 akhirnya menjadi semacam perjalanan panjang untuk melihat wajah Sukabumi dari dekat.

Dari PLUT Cikembar menuju Ujung Genteng, rombongan pemerintah tidak hanya melewati jalan dan desa, tetapi juga bertemu langsung dengan masyarakat.

Ada sembako murah, bakti sosial, festival bonsai, peninjauan Rutilahu, hingga dialog langsung antara warga dan Bupati Sukabumi.

Dan yang paling penting, ada daftar masalah baru yang bisa dibawa pulang ke meja pemerintahan.

Karena menjadi kepala daerah di wilayah seluas Kabupaten Sukabumi memang tidak cukup hanya rajin rapat.

Sesekali harus turun ke jalan.

Kalau perlu naik motor.

Biar tahu sendiri, mana jalan yang mulus, mana jalan yang bergelombang, dan mana jalan yang mungkin sudah lama menunggu giliran diperbaiki.

“Ngalongok Dulur di Lembur” akhirnya bukan hanya tentang perjalanan dari utara menuju selatan Sukabumi. Ini tentang mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sekaligus melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Keseruannya, interaksi dengan warga, hingga perjalanan rombongan menyusuri Sukabumi dari utara ke selatan bisa disaksikan dalam video berikut.

Tonton keseruannya di sini! BUPATI BELANJA MASALAH❗Warga Antusias Buka Suara | Ngalongok Dulur Di Lembur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *