SUKABUMI, Millionbrainhub.com – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas mengajak seluruh relawan kebencanaan untuk memperkuat komitmen kemanusiaan di lapangan. Beliau mengimbau para relawan bersatu memastikan masyarakat mendapatkan edukasi mitigasi yang memadai.
Pemerintah daerah menempatkan penyebaran informasi peringatan dini dan pendampingan warga sebagai prioritas utama. Langkah preventif ini bertujuan membantu warga mengenali sekaligus mengikis tingkat risiko bencana di lingkungan pemukiman.
Imbauan penting tersebut mengemuka dalam Apel Kesiapsiagaan Bulan Pengurangan Risiko Bencana. Agenda strategis tersebut berlangsung di Pondok Modern Assalam Putra, Bojonggenteng, pada Sabtu (24/10/2026).
Baca juga : Dorong Ekonomi Warga, Dispar Sukabumi Gandeng Star Energy Kembangkan Desa Wisata
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmen penuh untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi penanganan bencana. Namun demikian, pemda menyadari secara penuh keterbatasan jangkauan aparatur dalam menjangkau seluruh pelosok wilayah.
Oleh karena itu, pemerintah daerah membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh unsur masyarakat dan komunitas pegiat kebencanaan. Sinergi yang solid antara birokrasi dan relawan menjadi kunci utama dalam menyelamatkan banyak jiwa.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penanganan bencana,” tegas Wabup Andreas di hadapan peserta apel. “Kami menyadari bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan komunitas dan relawan.”
Selanjutnya, Andreas mengapresiasi tinggi tingginya semangat solidaritas berbagai komunitas relawan kemanusiaan di Sukabumi. Beliau meminta agar pergerakan mulia ini tidak berjalan secara terpisah atau sendiri-sendiri.
Pemerintah daerah mendorong seluruh organisasi kemanusiaan untuk melebur dan berkoordinasi dalam satu wadah terpadu. Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sukabumi siap menjadi rumah bersama bagi seluruh potensi relawan.
Di samping itu, Wabup Andreas memaparkan peran strategis FPRB sebagai ruang koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi terpadu. Kehadiran forum ini mempermudah pemetaan potensi risiko serta pembagian tugas saat situasi darurat bencana terjadi.
Para relawan diimbau untuk terus mengasah kapasitas diri dan memahami standar prosedur keselamatan kerja di lapangan. Kesiapan mental dan kecakapan bertindak secara cepat akan meminimalkan potensi jatuhnya korban jiwa.
“Jadilah relawan yang terus belajar dan meningkatkan kapasitas,” pesan Andreas penuh penekanan. “Dalam penanggulangan bencana, kesiapan dan kemampuan bertindak secara tepat dapat membantu menyelamatkan banyak jiwa.”
Sementara itu, Ketua FPRB Kabupaten Sukabumi H. Encep Hadiana menegaskan kesiapan organisasinya dalam membantu pemerintah daerah. Beliau menyatakan bahwa momentum apel ini menjadi wujud nyata kehadiran FPRB sebagai penyedia solusi di tengah masyarakat.
FPRB berkomitmen untuk terus bergerak seirama dengan kebijakan pemda dalam menghadirkan program-program tanggap bencana. Pihaknya menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dedikasi tanpa lelah seluruh relawan yang selalu hadir di masa sulit.
Oleh sebab itu, FPRB memohon dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan daerah. Dukungan moril maupun materil akan memperlancar aksi-aksi kemanusiaan yang dijalankan para relawan di lokasi rawan.
Kemudian, Pemkab Sukabumi siap mengawal penguatan kapasitas relawan melalui pelatihan teknis secara berkala. Pemda berkomitmen melengkapi sarana pendukung mitigasi guna menciptakan Sukabumi yang tangguh menghadapi bencana.
Akhirnya, semangat gotong royong antara pemerintah, FPRB, dan komunitas relawan menjadi pilar ketahanan daerah. Sinergi yang kokoh ini siap mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang aman, responsif, sejahtera, dan Mubarakah.
Adv
Tonton video youtube kami : BERANI ! Pesan Terbuka Untuk Presiden Dari Petani












Respon (1)