SUKABUMI, Millionbrainhub.com – Penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) di Kabupaten Sukabumi menembus angka fantastis. Perum Bulog mencatat realisasi penyerapan gabah mencapai 38.233,94 ton hingga akhir Juli 2026. Angka ini melonjak hingga 171,86 persen dari target awal yang berada di posisi 22.247 ton.
Prestasi besar ini membawa angin segar bagi para petani lokal. Penyerapan tinggi membuktikan Bulog mampu menampung hasil panen secara optimal sekaligus menjamin kepastian harga di pasaran.
Baca juga : Fantastis! Panen Padi Poktan Bibilintik II Sukabumi Capai 9,6 Ton per Hektare
Data tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi Penyerapan GKP dan Beras Wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi di Hotel Horison Sukabumi. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menghadiri langsung agenda strategis besutan Bulog Cabang Cianjur ini.
Aep menegaskan bahwa rapat evaluasi menjadi ajang penguatan kolaborasi antara pemerintah, Bulog, TNI, dan penyuluh lapangan.
“Ini merupakan capaian yang sangat baik. Penyerapan gabah yang tinggi menjadi bukti bahwa sinergi seluruh pihak berjalan optimal, sehingga hasil panen petani dapat terserap dengan baik,” ujar Aep.
Secara khusus, wilayah Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi menyumbang penyerapan sebesar 28.462 ton gabah. Capaian ini melompat tajam jika kita bandingkan dengan periode tahun 2025 yang hanya menyentuh 12.668 ton.
Distan memproyeksikan target produksi padi Kabupaten Sukabumi tahun 2026 menembus 876.206 ton. Potensi raksasa ini menjadi peluang emas untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Peningkatan tajam ini merupakan buah kerja keras Dinas Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Tim lapangan aktif menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan), memperkuat sarana pascapanen, hingga membagikan benih unggul.
mengingat potensi panen masih sangat besar, Aep meminta Bulog terus konsisten menyerap gabah langsung dari sawah warga.
“Kami berharap dukungan teknologi alsintan, sarana pascapanen, serta sinergi dengan Bulog dan seluruh stakeholder terus diperkuat. Dengan penyerapan yang maksimal, petani memperoleh kepastian pasar, pendapatan meningkat, dan ketahanan pangan daerah maupun nasional semakin kokoh,” pungkasnya.
Adv
Tonton juga : BAGAIMANA MEWAKILI RAKYAT ?Hasil Musyawarah Partai Pun Sampai Dikhianati? Marwan Hamami Buka Suara
