Tak Anti Kritik, Wabup Sukabumi Andreas: “Kami Terus Pantau Masukan Warga, Termasuk dari Medsos”

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, saat menyampaikan pesan dalam Muhibah Ramadan di Masjid Besar Al-Misbahul Huda, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Selasa (3/3/2026). |Foto: Asoka
Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, saat menyampaikan pesan dalam Muhibah Ramadan di Masjid Besar Al-Misbahul Huda, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Selasa (3/3/2026). |Foto: Asoka

SUKABUMI — Di tengah hangatnya suasana Muhibah Ramadan keempat, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyampaikan pesan yang menyejukkan sekaligus tegas: Pemerintah Kabupaten Sukabumi tidak anti kritik.

Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Muhibah Ramadan di Masjid Besar Al-Misbahul Huda, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Selasa (3/3/2026). Di hadapan jamaah, Andreas menegaskan bahwa kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun daerah.

“Kami tidak anti kritik dan selalu memantau masukan masyarakat, termasuk melalui media sosial, sebagai bahan evaluasi,” ujarnya.

Menurutnya, di era digital seperti sekarang, media sosial menjadi salah satu ruang komunikasi publik yang tak bisa diabaikan. Aspirasi, keluhan, hingga saran warga yang disampaikan melalui berbagai platform menjadi perhatian pemerintah daerah.

Andreas menyebut, kepemimpinannya bersama Bupati berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog. Ia menyadari, dalam praktik pelayanan publik masih ada kekurangan yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf apabila pelayanan yang diberikan belum sepenuhnya maksimal.

“Apabila dalam pelayanan masih ada yang belum maksimal, kami mohon maaf. Namun kami tidak akan berhenti bekerja demi kebaikan Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disambut positif oleh warga yang hadir. Bagi sebagian masyarakat, sikap terbuka terhadap kritik menjadi sinyal penting bahwa pemerintah daerah ingin terus berbenah.

Muhibah Ramadan sendiri bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, menyerap aspirasi secara langsung, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Sukabumi yang lebih baik.

Di bulan suci ini, pesan yang disampaikan Andreas terasa sederhana namun bermakna: kritik bukan untuk dihindari, melainkan untuk dijadikan pijakan menuju pelayanan yang lebih baik dan pemerintahan yang semakin humanis.

Ade

Jangan lupa tonton youtube terbaru kami : BUPATI MEMINTA MAAF Jalan Masih Banyak Yang Rusak! Saya Tidak Lupa Dengan Janji Kampanye Saya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *