SUKABUMI – Sedikitnya 107 orang Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) menggelar rapat kerja di sebuah rumah makan di kawasan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarpendamping dan pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
Baca juga : Gaya Birokrasi “Turun ke Lapangan”, Nagrak Padukan Administrasi dan Aspirasi Warga
Ketua Tenaga Pendamping Profesional, Asep Saepul Bahri, menjelaskan bahwa total pendamping di Kabupaten Sukabumi saat ini berjumlah 107 orang. Rinciannya terdiri dari 4 tenaga tingkat kabupaten, 40 pendamping desa, dan 61 pendamping lokal desa.
Menurut Asep, dalam waktu dekat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal akan membuka rekrutmen untuk mengisi sejumlah formasi kosong.
“Ada sekitar 50 posisi Pendamping Lokal Desa (PLD), 30 pendamping desa di tingkat kecamatan, dan 2 tenaga kabupaten yang akan dibuka,” ujarnya.
Ia menegaskan, peran pendamping desa sangat strategis dalam mengawal pembangunan di tingkat desa, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemberdayaan masyarakat. Termasuk di dalamnya penguatan tata kelola keuangan desa serta pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).
“Rakor ini kami gelar untuk menyinergikan kerja pendamping dengan instansi terkait, agar program pemerintah pusat dapat berjalan optimal di desa,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, mengajak seluruh TPP P3MD untuk terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa pembangunan desa tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama lintas sektor.
“Di era sekarang, pendekatan kolaboratif atau pentahelix menjadi kunci. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan pendamping desa, pemerintah desa, kecamatan, hingga masyarakat,” ungkapnya.
Andreas berharap para pendamping semakin aktif membangun sinergi dengan kepala desa dan camat, sehingga berbagai persoalan pembangunan dapat diselesaikan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Selain itu, ia juga mendorong para pendamping untuk mengoptimalkan program strategis nasional yang dicanangkan Presiden, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP).
Menurutnya, desa memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan program tersebut. “Program ini benar-benar menghidupkan wilayah. Desa harus mampu menyiapkan sumber penghasilan yang bisa menyuplai kebutuhan MBG maupun KMP,” tegasnya.
Rapat kerja ini diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat peran pendamping desa, sekaligus mempercepat realisasi program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.
Adv
Jangan lupa tonton video youtube kami tentang : PAMER PENDAPATAN USAI MOMEN LIBUR PANJANG Berapa Pendapatan Daerah Sukabumi ?
