Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin Ekstrem di Sukabumi

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, bersama Wakil Bupati Sukabumi Andreas mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Fajar Riza Ul Haq ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama 7 Sukabumi, Kamis (6/3/2026).|Foto: Asoka
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, bersama Wakil Bupati Sukabumi Andreas mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Fajar Riza Ul Haq ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama 7 Sukabumi, Kamis (6/3/2026).|Foto: Asoka

SUKABUMI – Program Sekolah Rakyat (SR) mulai menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di Kabupaten Sukabumi. Program pendidikan berasrama gratis yang digagas oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia ini dirancang untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan sekolah formal dari jenjang SD hingga SMA yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, anak jalanan, hingga kelompok rentan yang berisiko putus sekolah.

Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Fajar Riza Ul Haq ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama 7 Sukabumi, Kamis (6/3/2026).

Baca juga : Disdik Sukabumi Atur Jadwal Sekolah Ramadan 2026: KBM Tetap Jalan, Ini Skema Belajarnya

“Sekolah Rakyat adalah program pendidikan berasrama gratis yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, khususnya desil 1 dan 2. Program ini menjadi bagian dari prioritas pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan,” ujar Deden.

Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan siswa di Sekolah Rakyat ditanggung oleh pemerintah. Mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal di asrama, makanan, hingga layanan kesehatan.

Selain itu, para siswa juga mendapatkan pendampingan dari wali asrama atau wali asuh untuk memastikan proses pengasuhan berjalan baik sekaligus membentuk karakter, disiplin, dan budi pekerti.

Program ini juga menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, anak jalanan, serta mereka yang berisiko atau sudah putus sekolah. Data penerima manfaat diverifikasi melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) agar tepat sasaran.

Tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, Sekolah Rakyat juga menekankan pelatihan keterampilan hidup (life skills) sebagai bekal masa depan para siswa.

“Sekolah Rakyat menjadi terobosan dalam mengatasi ketidakmerataan pendidikan sekaligus upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” jelasnya.

Di Kabupaten Sukabumi, program ini telah berjalan melalui Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Sukabumi, yang menjadi salah satu fasilitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan kesempatan belajar yang layak dan masa depan yang lebih baik.

Adv

Jangan lupa tonton video youtube kami : PRABOWO HARUS TONTON ! Akuntan Jujur Bongkar Keuangan Dapur MBG, Mark Up Terjadi Setiap Hari?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *