Kasepuhan Gelaralam Siapkan Rangkaian Adat hingga November 2026, Warga Diajak Rawat Warisan Leluhur

Serentaun adat kesepuhan Gelaralam. |Foto: Dok
Serentaun adat kesepuhan Gelaralam. |Foto: Dok

SUKABUMI, millionbrainhub.com – Kasepuhan Gelaralam kembali siap menggelar rangkaian tradisi adat yang kaya akan nilai kearifan lokal. Masyarakat adat Sunda ini memusatkan seluruh kegiatan budaya tersebut mulai Agustus hingga November 2026.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan pentingnya agenda ini sebagai pelestarian warisan leluhur. “Merawat tradisi, menjaga warisan leluhur, dan melestarikan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi,” kata Ali Iskandar, Minggu (9/8/2026).

Baca juga : Demokrat Minta Raperda Penyertaan Modal Perumda Pesona Pariwisata Dibahas Pansus

Rangkaian ritual adat ini akan dimulai dengan Ponggokan dan 14 Mulud pada 23 Agustus 2026. Selanjutnya, warga akan menggelar Sidekah Mulud pada 4 September 2026.

Kemudian, ritual Ngembang Taunan berlangsung dalam dua gelombang, yakni 4–7 September dan 21–24 September 2026. Puncak tradisi berupa Sérén Taun siap memukau pengunjung pada 2–4 Oktober 2026. Akhirnya, warga menutup seluruh rangkaian dengan ritual Ngaseuk Huma pada 6 November 2026.

Di sisi lain, Ali menjelaskan bahwa ritual ini menjadi sarana menjaga keseimbangan hidup dengan alam dan sesama. “Setiap rangkaian bukan sekadar kegiatan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan masyarakat adat,” ujarnya.

Sebagai penutup, Ali mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama mengapresiasi kekayaan budaya lokal Sukabumi. “Nyoréang alam ka tukang, nyawang mangsa nu bakal datang,” pungkas Ali mengingatkan pentingnya belajar dari masa lalu demi masa depan.

Adv

Tonton juga : BAGAIMANA MEWAKILI RAKYAT ?Hasil Musyawarah Partai Pun Sampai Dikhianati? Marwan Hamami Buka Suara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *