Kekeringan, Bendungan Leuwi Bangga Kapan Dibangun

Dedi (Mitra Cai), Heri (Kadus), Teh Ina (Warga)

MillionBrainHub.com — Di tengah gempuran proyek-proyek raksasa yang katanya untuk rakyat, satu suara lirih datang dari ujung desa: suara bendungan yang hilang. Bendungan Leuwi Bangga, yang dulu gagah mengaliri sawah, mengisi sumur warga, dan bahkan jadi tempat nostalgia masa kecil, kini tinggal cekungan tanah dan kenangan basah.

Baca Juga : Air Kemasan “MUBARAKAH” Siap Mengalir

Warga bertanya-tanya: “Bangga-nya di mana?”

Kami menyambangi Desa yang (dulu) Dialiri itu dan berbincang langsung dengan beberapa sosok penting dan sepenting-pentingnya warga: Kang Dedi, Ketua Mitra Cai; Kang Heri, Kepala Dusun; dan warga senior merangkap juru curhat lokal, Teh Ina.

Bendungan Kering, Emosi Menggelegak

“Dulu mah Leuwi Bangga itu sumber kehidupan. Sekarang? Kering. Satu-satunya yang ngalir ya air mata,” ujar Kang Heri sambil menunjukkan bekas aliran air yang kini ditumbuhi ilalang dan plastik bekas warung.

Menurut Kang Dedi, bendungan itu tidak hanya untuk mengairi lahan pertanian, tetapi juga sebagai sistem resapan alami yang membantu mengisi sumur warga. “Sekarang sumur-sumur pada ngambek. Nggak mau keluar air. Kayak nunggu janji pejabat aja,” ucapnya, setengah kesal setengah tawakal.

Sementara itu, Teh Ina yang rumahnya hanya beberapa puluh meter dari lokasi bendungan, berkata dengan getir, “Air sumur saya sekarang kadang keluar, kadang enggak. Kayak sinyal di gunung. Katanya mau dibangun lagi tahun 2025, tapi ya… 2025 bagian mana?

Janji Pembangunan: 2025, Tapi Masih Kabur

Menurut informasi dari Dinas Pekerjaan Umum, Bendungan Leuwi Bangga akan dibangun kembali tahun 2025. Namun hingga berita ini diturunkan, tanggal pasti pembangunan belum mengalir, seperti air yang dijanjikan.

Warga mengeluh karena musim tanam tak menunggu janji musiman. “Kami butuh air, bukan wacana,” tegas Kang Dedi, yang mengaku sudah berkali-kali menyuarakan hal ini ke tingkat atas, tapi “kadang jawabannya kayak hujan lokal, deras di mulut, tapi nggak sampai ke tanah.”

Video Keresahan: Lebih Nyata dari Brosur Pemerintah

Untuk Anda yang penasaran dan mungkin bisa bantu viralkan, tonton video lengkap keresahan warga Desa di sini: [LINK VIDEO]. Di video tersebut terlihat jelas bagaimana lahan pertanian mulai tandus, sumur-sumur kering, dan harapan menguap bersama embun pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *