Setelah Setahun Rusak, Bendungan Leuwi Bangga Akhirnya Dilirik

Sosialisasi Pembangunan Bendungan Leuwi Bangga di Kantor Desa Karang Tengah, Cibadak, Kab Sukabumi

MillionBrainHub.com – Setelah hampir setahun lebih menjadi ikon wisata kekeringan dadakan dan ladang selfie berlatar tanah retak, akhirnya Bendungan Leuwi Bangga mendapat atensi dari pihak berwenang. Ya, benar, ini bukan hoaks WhatsApp group—Dinas PUTR Kabupaten Sukabumi akhirnya buka suara, bukan hanya lewat spanduk “Maaf Perjalanan Anda Terganggu”, tapi dengan sosialisasi resmi pembangunan bendungan Leuwi Bangga.

Baca Juga : Kekeringan, Bendungan Leuwi Bangga Kapan Dibangun

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh rasa haus (secara harfiah dan emosional), hadir pula Kepala Desa, Babinsa, dan tentu saja, sang kontraktor yang digadang-gadang akan “menyulap” bendungan itu kembali menjadi sumber kehidupan, bukan kenangan pahit pertanian yang gagal panen.

Bendungan Rusak, Sawah Gagal, Warga Gigit Jari—Tapi Tetap Tersenyum

Sejak rusaknya bendungan ini tahun lalu, warga Desa Leuwi Bangga dan sekitarnya dipaksa akrab dengan kekeringan. Tanaman gagal tumbuh, sawah berubah jadi lapangan bola kering, dan debit air yang dulu mengalir deras kini tinggal cerita nostalgia saat ngopi di pos ronda.

“Setiap hari kami lihat ke bendungan cuma buat memastikan keajaiban belum terjadi,” ujar petani setempat, dengan senyum getir tapi tulus.

Namun penantian itu akhirnya berbuah. Dinas PUTR datang bukan hanya dengan janji manis, tapi juga dengan paparan teknis dan waktu pengerjaan yang (semoga) tidak seperti episode sinetron tanpa akhir.

Sosialisasi: Kata yang Dulu Asing, Kini Jadi Harapan

Acara sosialisasi yang digelar beberapa hari lalu di balai desa disambut antusias. Ada paparan dari pihak dinas, sambutan dari kepala desa, pengamanan dari Babinsa, dan tatapan penuh ekspektasi dari warga. Kontraktor proyek juga tampil menjelaskan rencana kerja—tentu dengan bahasa yang sedikit lebih teknis dari obrolan warung kopi, tapi masih bisa dipahami (dengan sedikit bantuan gestur).

“Setidaknya sekarang kami tahu siapa yang harus kami cari kalau bendungan ini belum beres tahun depan,” canda salah satu warga yang langsung disambut tawa ringan, agak lega.

Warga Berterima Kasih (Sambil Berdoa dalam Hati)

Meski perasaan campur aduk antara bahagia dan skeptis, warga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas PUTR. Tidak sedikit yang akhirnya mulai membersihkan lahan, berharap bisa kembali bercocok tanam tanpa harus menunggu musim hujan sambil memandikan ember setiap pagi.

Simak Videonya: Momen Sosialisasi Penuh Harap dan Humor

Acara ini terekam dalam video dokumentasi yang bisa Anda saksikan untuk melihat bagaimana pemerintah, warga, dan kontraktor bersatu dalam semangat pembangunan. Spoiler alert: Tidak ada air mata, hanya peluh dan harapan.

📹 Simak keseruan video sosialisasi bendungan Leuwi Bangga di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *