MillionBrainHub.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi kembali menegaskan komitmennya mendorong iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Bahasa resminya terdengar teduh. Intinya satu: kalau investor nyaman, ekonomi aman, lowongan kerja pun pelan-pelan berdatangan.
Baca juga : BLK dan Industri Bersatu, Sukabumi Perkuat SDM Siap Kerja di Era Digital
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi. Mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari perusahaan sampai buruh—untuk sama-sama menjaga kondusivitas daerah. Sebab, di atas kertas, investasi adalah kunci pertumbuhan ekonomi daerah. Dan tentu saja, kunci pembuka pintu rekrutmen.
“Mari kita saling menjaga kondusifitas, baik dari pihak perusahaan maupun para buruh,” tandasnya.
Investasi Masuk, Lapangan Kerja Ikut?
Menurut Sigit, semakin banyak investasi yang masuk ke Kabupaten Sukabumi, maka peluang kerja dan kesejahteraan masyarakat juga akan semakin terbuka lebar. Rumusnya sederhana: modal datang, pabrik berdiri, tenaga kerja terserap.
Secara teori, masuk akal. Investasi memang punya efek berantai—bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menggerakkan sektor usaha lain di daerah. Warung makan ramai, kos-kosan laku, hingga jasa transportasi ikut tersenyum.
Pertanyaannya, apakah efek berantai itu selalu secepat janji konferensi pers? Di sinilah publik biasanya mulai menghitung dengan kalkulator realita.
Dialog, Bukan Demo?
Sigit juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan hubungan industrial secara dialogis. Artinya, kalau ada masalah antara pekerja dan perusahaan, jalurnya musyawarah. Bukan adu suara, apalagi adu spanduk.
“Ketika ada permasalahan, mari kita cari solusi terbaik atau win-win solution, dengan begitu, iklim usaha tetap kondusif dan hubungan industrial tetap harmonis,” jelasnya.
Win-win solution memang terdengar manis. Namun dalam praktiknya, “win” bagi siapa dan seberapa besar—itu biasanya baru ketahuan setelah tanda tangan kesepakatan kering dan notulen dibagikan.
Sukabumi Ramah Investasi, Siap Bersaing?
Disnakertrans berharap sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pekerja terus diperkuat demi menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai daerah yang ramah investasi.
“Mari kita jadikan Kabupaten Sukabumi lebih baik lagi, dengan peningkatan ekonomi dan investasi yang berkelanjutan,” pungkas Sigit.
Di tengah persaingan antar daerah dalam menarik investor, Sukabumi memang perlu tampil kompetitif. Iklim usaha yang stabil, hubungan industrial harmonis, dan regulasi yang jelas adalah paket lengkap yang dicari pemodal.
Tinggal satu hal yang selalu dinanti masyarakat: ketika investasi benar-benar datang, apakah kesejahteraan ikut mendarat dengan mulus—atau masih harus antre di ruang tunggu pertumbuhan ekonomi?
Tonton juga : PETANI DEBAT KEPALA DINAS PERTANIAN❗ Pemerintah Dorong Petani TIngkatkan Kualitas Panen











