SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi tengah berpacu dengan waktu. Sebanyak 386 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ditargetkan berdiri dalam tempo relatif singkat, memunculkan dinamika menarik di lapangan dari progres cepat hingga tantangan teknis yang harus disiasati secara kolaboratif.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (DKUM) Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, memastikan percepatan pembangunan fisik terus dilakukan di seluruh titik.
Baca juga : Dinas lingkungan hidup (DLH) Sukabumi Catat Lonjakan Sampah Hingga 250 Ton per Hari Selama Libur Lebaran
Berdasarkan data per 30 Maret 2026, sebanyak 28 bangunan KDKMP telah rampung 100 persen, sementara sisanya masih berada di bawah progres 90 persen.
“Percepatan terus kita dorong, baik untuk yang progresnya masih kecil maupun yang sudah mendekati tuntas,” ujarnya di Pendopo Sukabumi, Jumat (3/4/2026).
Upaya percepatan ini tidak lepas dari dorongan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kecepatan dan kualitas pembangunan. Ia mengingatkan agar target ambisius tidak mengorbankan hasil akhir.
“Kita harus cepat dalam pembangunan, namun jangan sampai ada gangguan di ujungnya,” tegasnya saat rapat koordinasi percepatan pembangunan gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDKMP di Pendopo Sukabumi, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas instansi. Ia menekankan bahwa pembangunan KDKMP bukan sekadar proyek fisik, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu.
Di sisi lain, peran TNI melalui Kodim 0607/Kabupaten Sukabumi menjadi elemen kunci dalam percepatan pembangunan. Komandan Kodim, Agung Ariwibowo, menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengeksekusi pembangunan fisik di lapangan.
“Intinya, selama lahan siap, kami langsung bangunkan,” ujarnya lugas.
Kehadiran KDKMP sendiri diproyeksikan menjadi simpul ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan. Selain sebagai gerai usaha, fasilitas ini juga akan dilengkapi gudang dan sistem distribusi yang diharapkan mampu memperkuat rantai pasok lokal.
Namun di balik percepatan tersebut, tantangan tetap membayangi mulai dari kesiapan lahan, koordinasi teknis antarinstansi, hingga memastikan kualitas bangunan tetap terjaga di tengah tekanan waktu.
Kombinasi antara kecepatan, ketelitian, dan kerja sama menjadi kunci agar program besar ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Adv
Jangan lupa tonton video youtube kami tentang : PAMER PENDAPATAN USAI MOMEN LIBUR PANJANG Berapa Pendapatan Daerah Sukabumi ?
